Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pupuk Indonesia Reinvestasi Laba untuk Bangun dan Revitalisasi 8 Pabrik ​

Pupuk Indonesia menyiapkan pembangunan dan revitalisasi delapan pabrik dalam lima tahun untuk memperkuat industri dan ketahanan pangan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan, pertumbuhan kinerja perusahaan tidak berhenti sebagai capaian finansial semata, melainkan menjadi ruang untuk membangun kapasitas industri jangka panjang.(foto: istimew
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan, pertumbuhan kinerja perusahaan tidak berhenti sebagai capaian finansial semata, melainkan menjadi ruang untuk membangun kapasitas industri jangka panjang.(foto: istimew
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — PT (Persero) berkomitmen melanjutkan estafet industrialisasi perusahaan dengan membangun dan merevitalisasi delapan pabrik dalam lima tahun ke depan. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kemandirian industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

​Direktur Utama , Rahmad Pribadi, menyampaikan, langkah ini membuktikan pertumbuhan kinerja perusahaan tidak berhenti sebagai capaian finansial semata, melainkan menjadi ruang untuk membangun kapasitas industri jangka panjang.

​“Industrialisasi merupakan DNA Pupuk Indonesia sejak pembangunan Pabrik PUSRI pada 1959, dan transformasi menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutannya agar semakin efisien dalam operasional, tangguh, dan mampu menjawab kebutuhan pangan serta industri nasional dalam jangka panjang,” ujar Rahmad, Selasa (6/10/2026).

​Pembangunan dan revitalisasi delapan pabrik tersebut mencakup revitalisasi Amurea Pusri IIIB, serta pengembangan Amurea Papua Barat, Amurea PIM III, dan Pabrik NPK Steam Granulasi Gresik. Selain itu, perusahaan mendorong diversifikasi produk melalui proyek Soda Ash di Bontang dan Gresik, serta hilirisasi gas bumi melalui proyek metanol di Lhokseumawe dan Bontang.

​Dalam jangka panjang, Pupuk Indonesia juga menyiapkan pengembangan Kawasan Industri Pupuk Fakfak di Papua Barat serta pembangunan pabrik amonia dan urea (Amurea) di Maluku untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.

​Rencana investasi besar ini ditopang oleh melonjaknya kinerja keuangan perusahaan pada Semester I 2026. Pupuk Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp8,51 triliun, tumbuh 253 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, serta mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 51 persen menjadi Rp59,67 triliun.

​“Bagi kami, keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari kinerja keuangan, tetapi dari seberapa besar kontribusi Pupuk Indonesia dalam memastikan pupuk semakin mudah diakses petani, memperkuat industri nasional, dan menjaga keberlanjutan swasembada pangan,” tegas Rahmad.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait