Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Puluhan Siswa di Toba Mual dan Muntah Usai Diduga Santap MBG, Ini Kata Kadis Kesehatan

Puluhan siswa SMP Negeri 1 Laguboti di Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makanan

Bagikan:
Saat pihak penyalur meletakkan sebanyak 1.050 porsi MBG di SMP N 3 Medan, pada Rabu (15/10/2025). (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)
Saat pihak penyalur meletakkan sebanyak 1.050 porsi MBG di SMP N 3 Medan, pada Rabu (15/10/2025). (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)
A A

nusantaraterkini.co, MEDAN — Puluhan di Kecamatan Laguboti, , Sumatera Utara, diduga mengalami setelah () pada Rabu (15/10/2025). Mereka mengalami gejala mual, muntah, dan pusing, hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Kabupaten Toba, , menjelaskan jika makanan untuk diuji di laboratorium, serta berkoordinasi dengan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN). Menu MBG yang disajikan kepada siswa terdiri atas ikan mujahir asam manis, tempe, sayur pokcoy, dan buah semangka. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan bahwa buah semangka dalam menu tersebut diduga sudah tidak segar.

Akibatnya, kata Freddi, gejala yang dialami para di antaranya mual, muntah, pusing, mulas, nyeri ulu hati, dan sesak napas. Mereka disebut baru mengalami keluhan itu beberapa jam setelah menyantap yang disalurkan oleh Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) Pardomuan Nauli Laguboti.

“Para siswa datang dengan keluhan mual, muntah, dan pusing ke Puskesmas Laguboti. Saat ini sudah 34 orang terdata dan dirujuk ke RS HKBP serta RSUD Porsea untuk mendapatkan perawatan lanjutan,” ujar Freddi saat dihubungi melalui saluran telepon, pada Kamis (16/10/2025).

“Dari laporan tim yang mengambil sampel makanan, diduga buah semangka agak berlendir,” tambah Freddi.

Jumlah siswa yang mengalami gejala serupa disebut masih bisa bertambah karena sebagian siswa sempat pulang sebelum gejala mual dan muntah muncul. Tim medis masih melakukan penjemputan ke rumah siswa yang melapor mengalami keluhan.

Sebelumnya telah diberitakan, seorang wali murid bernama, Tiar, menyangkan peristiwa tersebut. Dia juga menduga jika penyelanggara telah lalai dalam mendistribusikan MBG.

"Panitia pelaksana dan tim dapur MBG lalai, bisa-bisanya tidak mengecek terlebih dahulu makanan yang akan di santap anak-anak, hal tersebut harus di usut tuntas agar tidak ada korban jiwa lagi," ujarnya.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait