Presiden Diajurkan Turun Tangan Atasi Akar Soal Kecelakaan Truk Barang di Indonesia
Saya pernah mencatat, kecelakaan angkutan barang sehari bisa tujuh kali, cuma masalahnya ada yang meninggal atau tidak. Jika tidak ada yang meninggal
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua Pemberdayaan dan Penguatan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno menilai butuh kebijakan presiden untuk mengakhiri kecelakaan angkutan barang yang sering terjadi.
Hal ini disampaikan terkait dengan insiden memilukan di Tol Cipularang, Purbalenyi diakibatkan dari kecelakaan truk muatan barng berimbas dengan tabrakan beruntun sejumlah mobil rusak dan mengakibatkan ada korban meninggal dan luka-luka pada Senin (11/11/2024) kemarin.
Djoko melanjutkan, kecelakaan beruntun yang melibatkan truk angkutan barang itu harus dilihat pada kecelakaannya, dan bukan jalan tolnya, sebab, kecelakaan angkutan barang setiap hari terjadi di Indonesia.
“Saya pernah mencatat, kecelakaan angkutan barang sehari bisa tujuh kali, cuma masalahnya ada yang meninggal atau tidak. Jika tidak ada yang meninggal, maka dianggap tidak masalah, padahal itu fatal,” kata Djoko, Rabu (13/11/2024).
Djoko menegaskan penyelesaian masalah kecelakaan angkutan barang itu tidak bisa hanya di Kementerian Perhubungan sendiri atau Polri saja.
Ketika angkutan barang ingin ditertibkan, ungkap Djoko, banyak penolakan yang akan dilakukan. Baik itu dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kementerian Perindustrian, maupun Kementerian Perdagangan, dengan alasan yang tidak rasional.
“Tidak ada alasan jelas, mereka hanya menolak tanpa memberikan solusi bagaimana menurunkan angka kecelakaan angkutan barang. Jika begitu, ya sudah harus dari Presiden,” ujarnya.
Menurut Djoko, kondisi kendaraan itu hanya hanya faktor kecil saja dari penyebab kecelakaan, masih banyak persoalan yang harus dituntaskan.
“Tidak adanya upah standar pengemudi, pungli ada di mana-mana, belum lagi keterlibatan oknum aparat penegak hukum. Mana ada kondisi ini di Singapura misalnya, hanya ada di sini,” katanya menegaskan.
Djoko mengatakan, dirinya ragu masalah kecelakaan angkutan barang ini akan selesai, jika tidak ditangani langsung oleh Presiden.
“Presiden cukup perintahkan masalah kecelakaan truk Over Dimension Over Loading (ODOL) ini harus diselesaikan. Terserah nanti kementerian-kementerian terkait mengeksekusinya bagaimana,” kata dia.
Kecelakaan lalu lintas di jalan tol rata-rata terjadi tiga kali dalam sehari. Mengutip hasil evaluasi yang dilakukan PT Jasa Marga pada 2024, sekitar 88,9 persen faktor pemicu kecelakaan tersebut adalah kelalaian pengemudi, sedangkan faktor kesalahan teknis kendaraan hanya 10,7 persen.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSRating SPPG MBG Disorot DPR, Keamanan Makanan Anak Harus Jadi Prioritas
hendra·8 menit yang lalu -
EKONOMITata Kelola Gula Dirombak, Pengawasan Impor Rafinasi Didesak
Herman Saleh Harahap·37 menit yang lalu -
SUMSELDampak Fenomena MJO, Wilayah Sumsel Berpotensi Diguyur Hujan
Herman Saleh Harahap·47 menit yang lalu -
KOTA MEDANLayanan Publik Berbasis AI Segera Diterapkan di Medan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSKetua PKK Pasbar Hadiri Rapat Tata Kelola se-Indonesia Barat
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
OLAHRAGAAtlet Taekwondo TNI Raih Medali Perak di Korea Selatan
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NASIONALPeserta MagangHub Batch 2 Diminta Tertib Administrasi Sejak Hari Pertama
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSJelang HUT Ke-81, Pasahli Panglima TNI Sambangi Mantan Panglima TNI
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·5 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·8 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan