Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap tiga kawasan utama dunia yang menjadi sumber peredaran narkotika ke Indonesia. Ketiga wilayah tersebut dikenal dengan istilah Golden Triangle, Golden Crescent, dan Golden Peacock—yang selama ini menjadi pusat produksi dan distribusi narkoba lintas negara.
Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi, menjelaskan sindikat internasional memanfaatkan kawasan-kawasan tersebut sebagai basis produksi sebelum barang haram itu diselundupkan ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Wilayah pertama adalah Golden Triangle (Segitiga Emas) yang mencakup Myanmar, Thailand bagian utara, dan Laos bagian utara. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu produsen terbesar narkotika sintetis di Asia Tenggara, terutama metamfetamin atau sabu.
Baca Juga : Gembong El Mencho Tewas, BNN Waspadai Dampak Perang Kartel Meksiko terhadap Pasokan Narkoba ke Indonesia
“Kawasan Golden Triangle menjadi salah satu sumber utama produksi sabu di kawasan Asia Tenggara,” ujar Suyudi kepada wartawan, Senin (24/2/2026).
Selain itu, terdapat Golden Crescent (Bulan Sabit Emas) yang meliputi Afghanistan, Iran, dan Pakistan. Wilayah ini selama puluhan tahun dikenal sebagai pusat produksi opium dan heroin terbesar di dunia.
Adapun jaringan ketiga disebut Golden Peacock, yang merujuk pada jalur peredaran narkoba dari Amerika Selatan, khususnya Brasil dan Meksiko. Dari kawasan ini, sindikat banyak menyuplai kokain dan juga metamfetamin ke pasar internasional.
Baca Juga : BNN Sebut Vape jadi Pintu Masuk Narkoba, Komisi III DPR Desak Penindakan Tegas dan Evaluasi Total
BNN mencatat, jalur laut masih menjadi rute favorit sindikat untuk menyelundupkan narkotika ke Indonesia. Modus operandi pun semakin beragam, mulai dari penyamaran dalam komoditas legal hingga memanfaatkan jaringan kurir internasional.
Pengungkapan ini disampaikan di tengah dinamika global, termasuk memanasnya konflik kartel di Meksiko pasca tewasnya gembong narkoba yang dikenal dengan julukan “El Mencho”, yang memicu bentrokan berdarah antara kelompok kartel dan aparat keamanan setempat.
BNN menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan perbatasan serta kerja sama internasional guna memutus rantai pasok narkoba dari hulu ke hilir.
(Dra/nusantaraterkini.co).
