Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Polisi Ungkap Motif D Aniaya Bocah NN: Kesal karena HP Dipinjam

Alasan D melakukan itu, lantatan kesal korban meminjam handphone miliknya

Polisi menahan wanita inisial D, di Nias Selatan karena diduga menganiaya keponakannya NN hingga cacat. (Foto: Dok. Humas Polres Nisel)
Polisi menahan wanita inisial D, di Nias Selatan karena diduga menganiaya keponakannya NN hingga cacat. (Foto: Dok. Humas Polres Nisel)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Polisi telah menetapkan D sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap bocah perempuan berinisial NN (10), di Kabupaten Nias Selatan (Nisel).

Akibat penganiayaan tersebut NN mengalami cacat pada kakinya, sehingga tidak bisa berjalan dengan normal.

Kapolres Nisel, Akbp Ferry Mulyana Sunaryana, menjelaskan jika D ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil visum. D disebut mencubit bagian kaki yang mengakibatkan luka lebam.

"D diduga menganiaya dengan mencubit yang membuat luka lebam di paha kanan atas bagian depan," ucap Ferry kepada Nusantaraterkini.co saat dihubungi, Jumat (31/1/2025).

"Alasan D melakukan itu, lantatan kesal korban meminjam handphone miliknya," imbuhnya.

Meskipun demikian, polisi masih menunggu hasil visum terkait apakah penganiayaan yang dilakukan D berkaitan dengan penyebab kaki korban cacat.

Kemudian, terkait hasil visum yang ditunggu, Ferry belum memberikan keterangan. Saat ini, pihaknya masih menunggu prosesnya.

"Belum keluar hasilnya (Visum), mohon waktunya," kata Ferry.

Sebelumnya, Kejadian ini menjadi perhatian publik setelah sebuah video viral memperlihatkan kondisi NN yang memprihatinkan.

Dalam rekaman tersebut, NN terlihat tak mampu berjalan dan harus dirawat di puskesmas dengan kaki yang tampak patah.

Mirisnya, bocah malang ini tinggal bersama pamannya sejak usia tiga tahun hingga saat ini. Dan, selama bertahun-tahun tinggal di rumah pamannya, ia diduga sering mengalami kekerasan fisik yang akhirnya membuatnya cacat.

Dalam video yang beredar, terlihat puluhan warga mengerumuni diduga rumah korban. Aparat kepolisian tampak membawa dua pria yang diduga paman dan kerabat korban ke dalam mobil polisi.

Pada bagian lain video, bocah tersebut terlihat berada di sebuah puskesmas dengan kondisi kaki yang tampak patah, sehingga ia tidak dapat berjalan.

(cw7/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait