Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Polda Sumsel Gagalkan Penyelundupan 6.000 Pil Ekstasi Asal Medan, 2 Kurir Diringkus

Polda Sumsel ringkus dua kurir narkoba asal Medan yang selundupkan 6.000 butir ekstasi menggunakan mobil pribadi

Dua tersangka berinisial MZ (41) warga Kabupaten Labuhanbatu, dan MH (35) warga Kota Medan yang telah diamankan di Polda Sumsel, Selasa (23/6/2026). (Foto: dok polda sumsel)
Dua tersangka berinisial MZ (41) warga Kabupaten Labuhanbatu, dan MH (35) warga Kota Medan yang telah diamankan di Polda Sumsel, Selasa (23/6/2026). (Foto: dok polda sumsel)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Direktorat Reserse (Ditres) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menggagalkan upaya penyelundupan 6.000 butir pil ekstasi asal Kota Medan saat diangkut menggunakan mobil pribadi di Kota Palembang pada, Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua tersangka pria berinisial MZ (41), warga Kabupaten Labuhan Batu, dan MH (35), warga Kota Medan, setelah sempat melakukan pengejaran terhadap kendaraan Toyota Fortuner hitam yang berusaha kabur.

"Dari kendaraan tersebut ditemukan satu tas berisi pil ekstasi dengan jumlah keseluruhan sebanyak 6.000 butir," ujar Direktur Res Narkoba , Kombes Pol Yulian Perdana dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Yulian menjelaskan pengungkapan ini bermula dari informasi pengiriman narkotika lintas provinsi menggunakan kendaraan pribadi yang kemudian dipetakan oleh petugas.

Selain ribuan pil ekstasi, dari dalam mobil tersebut polisi juga menyita 150 cartridge etomidate (terdiri atas 85 cartridge merek Thugs dan 65 cartridge merek El Cape), satu unit mobil Toyota Fortuner, serta dua unit telepon seluler.

Kasubdit I Ditresnarkoba , AKBP HM Syeh Kopek mengatakan, aparat kepolisian kini tengah melakukan pendalaman intensif guna memutus mata rantai peredaran barang haram yang masuk ke wilayah hukum Sumsel tersebut.

"Saat ini kedua tersangka telah diamankan dan menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan ini," pungkasnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru