Petronas Malaysia Berencana Pangkas Jumlah Karyawan Demi Bertahan
Jika kita tidak bertindak sekarang, Petronas bisa saja tidak ada dalam 10 tahun
Nusantaraterkini.co, KUALA LUMPUR - Perusahaan energi plat merah Malaysia, Petronas, berencana memangkas jumlah karyawan untuk menjamin kelangsungan operasionalnya di masa depan.
Langkah ini diambil seiring dengan semakin besar tantangan dalam lingkungan operasional global, menurut laporan media lokal yang mengutip pernyataan pejabat Petronas pada Jumat (7/2/2025).
"Langkah ini diambil untuk menjamin kelangsungan hidup Petronas dalam beberapa dekade mendatang. Jika kita tidak bertindak sekarang, Petronas bisa saja tidak ada dalam 10 tahun," ujar Presiden dan CEO Tengku Muhammad Taufik Tengku Aziz, seperti dilaporkan The Edge, tanpa menyebutkan berapa banyak pekerjaan yang akan terdampak.
Kantor berita negara ternama juga melaporkan hal serupa melalui pengarahan redaksi, mengutip pernyataan CEO yang menyebutkan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan Petronas dapat "terus berkontribusi pada pembangunan bangsa."
Baca Juga: Analisis Perbandingan Indonesia dan Malaysia: Sejarah, Sumber Daya, Ekonomi, dan Peran Global
Petronas memiliki hampir 50.000 karyawan, menurut situs web perusahaan. Dalam tanggapan email kepada Reuters, Petronas mengonfirmasi laporan media tersebut dan menyatakan bahwa jumlah karyawan yang terdampak tidak disebutkan selama pengarahan.
Muhammad Taufik menegaskan bahwa tindakan "pengurangan tenaga kerja" tersebut bukan merupakan hasil kesepakatan antara Petronas dan pemerintah negara bagian Sarawak terkait distribusi gas lokal.
Negosiasi antara Petronas dan Petros Sarawak tahun lalu menimbulkan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap Petronas, penyumbang utama kas federal, serta operasinya di Sarawak, yang menyimpan lebih dari 60 persen cadangan gas Malaysia.
Baca Juga: Presiden Prabowo Harap Ada Investigasi Menyeluruh Terkait Penembakan WNI di Malaysia
Muhammad Taufik mengatakan, menurut The Edge, bahwa proyek pengembangan minyak dan gas akan menghadapi margin yang lebih tipis dan tantangan teknis yang lebih besar.
Menurut laporan pemerintah, Malaysia memperkirakan penurunan produksi gas alam dan minyak mentah pada 2025 akibat rencana penutupan beberapa fasilitas produksi untuk pemeliharaan dan penurunan permintaan di beberapa pasar ekspor.
Muhammad Taufik mengatakan bahwa komposisi kontrak bagi hasil produksi diperkirakan akan berubah, mengakibatkan pengurangan porsi laba Petronas. Ia menambahkan bahwa margin menguntungkan yang saat ini di atas 20 persen diperkirakan akan menyusut menjadi dua digit rendah dalam beberapa tahun mendatang.
Ke depan, Petronas tidak hanya harus menjadi pemasok minyak atau gas alam, tetapi juga harus menawarkan lebih banyak produk, seperti amonia biru dan gas bersih yang diproduksi dari hidrokarbon, ujarnya.
(Zie/Nusantaraterkini.co)
Sumber: VOA
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALReses DPD, Komite III Fokus Awasi 5 Program Prioritas Pemerintah
Rozie Winata·26 menit yang lalu -
-
KESEHATANKemenkes Ungkap 9 dari 10 Orang dengan Depresi Belum Tersentuh Layanan Kesehatan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJamu Borneo FC di Jatidiri, Java United Berburu Tiga Poin Perdana
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLAEmil Audero Dapat Guard of Honour di Spanyol Usai Bawa Indonesia Juara ASEAN Cup 2026
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
KRIMINALDugaan Penganiayaan Kakek 80 Tahun oleh Polisi Naik ke Penyidikan
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
-
-
EKONOMIMinuman Berpemanis Dikenakan Cukai Mulai Pertengahan Tahun 2027
Herman Saleh Harahap·11 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan