Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Petronas Malaysia Berencana Pangkas Jumlah Karyawan Demi Bertahan

Jika kita tidak bertindak sekarang, Petronas bisa saja tidak ada dalam 10 tahun

Ilustrasi pom bensin Petronas. (Foto: istockphoto)
Ilustrasi pom bensin Petronas. (Foto: istockphoto)
A A

, KUALA LUMPUR -  plat merah , , berencana memangkas jumlah untuk menjamin kelangsungan operasionalnya di masa depan.

Langkah ini diambil seiring dengan semakin besar tantangan dalam lingkungan operasional global, menurut laporan media lokal yang mengutip pernyataan pejabat pada Jumat (7/2/2025).

"Langkah ini diambil untuk menjamin kelangsungan hidup Petronas dalam beberapa dekade mendatang. Jika kita tidak bertindak sekarang, Petronas bisa saja tidak ada dalam 10 tahun," ujar Presiden dan CEO Tengku Muhammad Taufik Tengku Aziz, seperti dilaporkan The Edge, tanpa menyebutkan berapa banyak pekerjaan yang akan terdampak.

Kantor berita negara ternama juga melaporkan hal serupa melalui pengarahan redaksi, mengutip pernyataan CEO yang menyebutkan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan Petronas dapat "terus berkontribusi pada pembangunan bangsa."

Baca Juga: Analisis Perbandingan Indonesia dan Malaysia: Sejarah, Sumber Daya, Ekonomi, dan Peran Global

Petronas memiliki hampir 50.000 , menurut situs web perusahaan. Dalam tanggapan email kepada Reuters, Petronas mengonfirmasi laporan media tersebut dan menyatakan bahwa jumlah karyawan yang terdampak tidak disebutkan selama pengarahan.

Muhammad Taufik menegaskan bahwa tindakan "pengurangan tenaga kerja" tersebut bukan merupakan hasil kesepakatan antara Petronas dan pemerintah negara bagian Sarawak terkait distribusi lokal.

Negosiasi antara Petronas dan Petros Sarawak tahun lalu menimbulkan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap Petronas, penyumbang utama kas federal, serta operasinya di Sarawak, yang menyimpan lebih dari 60 persen cadangan .

Baca Juga: Presiden Prabowo Harap Ada Investigasi Menyeluruh Terkait Penembakan WNI di Malaysia

Muhammad Taufik mengatakan, menurut The Edge, bahwa proyek pengembangan dan gas akan menghadapi margin yang lebih tipis dan tantangan teknis yang lebih besar.

Menurut laporan pemerintah, Malaysia memperkirakan penurunan produksi gas alam dan mentah pada 2025 akibat rencana penutupan beberapa fasilitas produksi untuk pemeliharaan dan penurunan permintaan di beberapa pasar ekspor.

Muhammad Taufik mengatakan bahwa komposisi kontrak bagi hasil produksi diperkirakan akan berubah, mengakibatkan pengurangan porsi laba Petronas. Ia menambahkan bahwa margin menguntungkan yang saat ini di atas 20 persen diperkirakan akan menyusut menjadi dua digit rendah dalam beberapa tahun mendatang.

Ke depan, Petronas tidak hanya harus menjadi pemasok minyak atau gas alam, tetapi juga harus menawarkan lebih banyak produk, seperti amonia biru dan gas bersih yang diproduksi dari hidrokarbon, ujarnya.

(Zie/)

Sumber: VOA

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru