Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pengguna GrabMart Meningkat, Pedagang Pasang Promo untuk Tingkatkan Rating Toko

Editor:  hendra
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Salah seorang pedagang sayur, Ita, mengaku omzetnya naik hingga Rp1 juta per hari semenjak dia bergabung dengan GrabMart pasca Covid-19 kemarin. (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)

nusantaraterkini.co, MEDAN – Layanan belanja daring GrabMart kini mulai banyak digunakan masyarakat yang ingin berbelanja di pasar tradisional tanpa harus datang langsung. Tren ini terlihat di beberapa pasar di Kota Medan, seperti Pasar Peringgan yang berlokasi di Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan.

Salah seorang pedagang sayur, Ita, mengaku omzetnya naik hingga Rp1 juta per hari semenjak dia bergabung dengan GrabMart pasca Covid-19 kemarin. Ita juga mengatakan, jika masih terdapat semacam persaingan antar toko. Hal tersebut juga mempengaruhi kunjungan serta kepercayaan para konsumen.

"Kita sebenarnya harus pandai-pandai bikin promo," kata Ita saat diwawancarai di lokasi, Selasa (14/10/2025).

Baca Juga : Rico Waas Dorong Transformasi PUD Pasar Medan: Harus Mandiri, Profesional, dan Buang Pola Pikir Birokrat ​

Meski begitu, Ita membeberkan, jika pihak aplikator juga mendapatkan persenan dari penjualan daring tersebut.

“Kalau dihitung-hitung, dari setiap transaksi itu ada potongan sekitar 15 persen untuk pihak GrabMart. Tapi karena pembelinya makin banyak, jadi tetap untung. Apalagi sekarang banyak pelanggan yang pesan secara rutin setiap minggu," jelas Ita.

Fenomena ini juga diakui oleh sejumlah pedagang lainnya. Sari, penjual ikan basah di pasar yang sama, mengatakan bahwa strategi promosi menjadi kunci untuk mempertahankan rating toko di aplikasi.

“Kalau rating turun, pembeli bisa beralih ke toko lain. Jadi kadang kami buat promo gratis ongkir atau potongan harga kecil biar tetap ramai,” ujarnya.

Selain menawarkan promo, sebagian pedagang mulai memperhatikan tampilan foto dan deskripsi produk di aplikasi. Mereka sadar bahwa faktor visual turut memengaruhi kepercayaan pelanggan.

“Saya sekarang rajin update foto ikan segar tiap pagi. Biar pembeli lihat barangnya benar-benar baru,” tambah Sari.

Menurut pengamatan di lapangan, aktivitas pengemudi ojek daring yang menjemput pesanan di area pasar juga meningkat. Beberapa di antaranya tampak menunggu di depan los pasar sambil membawa tas pendingin untuk menjaga kesegaran barang.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Jane, menyebutkan bahwa kerja sama antara pedagang dan layanan digital seperti GrabMart turut membantu menjaga stabilitas ekonomi pasar tradisional sekaligus mempermudah pembelian.

“Sekarang banyak pedagang kecil bisa tetap bersaing dengan supermarket. Pembeli lebih mudah, pedagang juga dapat pelanggan baru,” katanya.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)