Pengamat dan DPR Kompak Soroti Profesionalisme Juri Cerdas Cermat Empat Pilar
Pengamat pendidikan dan DPR soroti profesionalisme juri LCC 4 Pilar MPR usai polemik penilaian di Kalimantan Barat.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA–Pengamat pendidikan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jejen Musfah, menilai polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat terjadi akibat kelalaian dewan juri yang dinilai kurang fokus saat memberikan penilaian kepada peserta.
Menurut Jejen, kesalahan penilaian tersebut bukan disebabkan oleh konsep kegiatan lomba, melainkan lebih pada faktor kualitas dan konsentrasi juri saat menjalankan tugasnya. Ia juga menyebut adanya sedikit kekeliruan dari pembawa acara dalam proses pelaksanaan lomba.
“Kesalahan penilaian itu murni kelalaian juri, dan sedikit kesalahan pembawa acara. Juri harusnya fokus, tapi mungkin terganggu konsentrasinya sehingga salah dalam menilai,” kata Jejen, Rabu (13/5/2026).
Jejen mengapresiasi langkah Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR) sebagai penyelenggara yang telah meminta maaf atas insiden tersebut dan memberikan sanksi kepada juri terkait.
“MPR sebagai panitia atau pemilik lomba sudah meminta maaf, dan ini sangat bagus dan harus dihargai. MPR juga sudah memberikan sanksi kepada juri bersangkutan,” ujarnya.
Ia juga menyarankan agar pihak penyelenggara memberikan penghargaan kepada regu peserta yang dirugikan karena tetap menunjukkan sikap sportif dan sopan selama peristiwa berlangsung.
Selain itu, Jejen meminta para siswa peserta lomba untuk tetap semangat belajar dan tidak patah semangat akibat kejadian tersebut.
“Para murid peserta lomba menerima maaf dari panitia, dan tetap semangat belajar. Semoga bisa sukses di lomba-lomba mendatang lainnya,” tuturnya.
Menurut Jejen, evaluasi terhadap pelaksanaan lomba wajib dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada masa mendatang. Namun demikian, ia menegaskan kegiatan LCC 4 Pilar tetap perlu dilanjutkan karena substansi kegiatan dinilai penting bagi pendidikan kebangsaan.
“Lombanya tetap dijalankan karena yang salah bukan kegiatannya, tapi kualitas jurinya,” katanya.
Jejen juga memberikan apresiasi kepada siswa yang berani mengoreksi keputusan juri. Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan karakter kritis yang penting dimiliki pelajar.
“Kita patut apresiasi siswa yang berani koreksi juri. Ini tanda sikap kritis yang harus dimiliki oleh setiap murid,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR Andi Muawiyah Ramly atau yang akrab disapa Amure, turut menyesalkan sikap dewan juri dalam pelaksanaan LCC 4 Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang dinilai tidak fair dalam memberikan penilaian kepada peserta.
Menurut Amure, keputusan dewan juri telah memunculkan kekecewaan di kalangan peserta maupun pendamping sekolah karena dianggap tidak mencerminkan objektivitas dan profesionalisme dalam sebuah kompetisi pendidikan.
“Sikap juri seperti itu tidak mencerminkan kualitas seorang juri sejati. Dalam lomba pendidikan, apalagi yang membawa semangat 4 Pilar MPR, objektivitas dan integritas harus menjadi hal utama,” tegas Amure.
Ia pun meminta seluruh pihak agar tidak mematahkan semangat para siswa yang telah berjuang dan mempersiapkan diri secara maksimal dalam ajang tersebut.
Menurutnya, para peserta tetap layak mendapat apresiasi atas usaha, pengetahuan, dan semangat kebangsaan yang telah mereka tunjukkan selama kompetisi berlangsung.
“Untuk adik-adik siswa, saya berharap tetap semangat dan jangan kecewa berlebihan. Kalian adalah generasi penerus bangsa yang harus terus belajar, berprestasi, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Meski mengkritik proses penilaian, Amure menegaskan kegiatan LCC 4 Pilar MPR tetap penting untuk terus dilaksanakan sebagai bagian dari pendidikan karakter kebangsaan bagi generasi muda.
“Kegiatan semacam ini harus terus dilaksanakan secara konsisten demi menanamkan pemahaman yang utuh tentang demokrasi, Pancasila, konstitusi, serta nasionalisme di kalangan siswa. Namun pelaksanaannya juga harus benar-benar profesional, transparan, dan adil agar tujuan pendidikan itu tidak tercoreng,” katanya.
Amure berharap pelaksanaan LCC 4 Pilar MPR ke depan dapat dievaluasi secara menyeluruh agar mampu menghadirkan kompetisi yang sehat, bermartabat, dan benar-benar menjadi ruang pembelajaran bagi para pelajar Indonesia.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSMagangHub Batch 2 Dimulai Hari Ini, Peserta Diminta Bersiap
Herman Saleh Harahap·22 menit yang lalu -
E-SportKlasemen MPL ID S18: TLID Kokoh di Puncak, EVOS Beri Kejutan, Peluang RRQ Menipis
Herman Saleh Harahap·52 menit yang lalu -
NEWSWorld Cleanup Day 2026, Wali Kota Binjai Ajak Warga Jadikan Gotong Royong Budaya
hendra·7 jam yang lalu -
E-SportKejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KRIMINALVideo Porno “A Day in My Life” Viral, Dua Pria Gay di Bogor Diamankan Polisi
hendra·8 jam yang lalu -
E-SportJungler Magang Rendyyy Bersinar Gantikan Alberttt, EVOS Tumbangkan TLID 2-1
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
NEWSSekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Ditahan, Terseret Kasus 382 Honorer di Metro
hendra·9 jam yang lalu -
SUMSELTerbukti Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pemuda 21 Tahun Diringkus Satreskrim Polres OKU
hendra·10 jam yang lalu -
KESEHATANKasus Influenza A Meningkat di Indonesia, Kenali Gejala, Cara Penularan dan Pencegahannya
hendra·10 jam yang lalu -
SUMSELTinjau Langsung Jembatan Muara Telang, Herman Deru Mobilisasi Swadaya Perbaikan Infrastruktur
hendra·11 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan