Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pemko Medan Dorong Pemanfaatan Aset Daerah untuk Tekan Kemiskinan ​

Pemko Medan mendorong pemanfaatan aset daerah untuk membuka peluang usaha, memberdayakan UMKM, dan menekan angka kemiskinan.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Medan terkait Tanggapan Kepala Daerah atas Ranperda Inisiatif Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Gedung DPRD Medan, Senin (12/10/2026).(foto: diskominfo medan)
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Medan terkait Tanggapan Kepala Daerah atas Ranperda Inisiatif Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Gedung DPRD Medan, Senin (12/10/2026).(foto: diskominfo medan)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN — Pemerintah Kota Medan mendorong pergeseran strategi menuju pendekatan berbasis pemandirian dan pemberdayaan ekonomi. Salah satu poin krusial yang diusulkan adalah optimalisasi (BMD) sebagai sarana produktif guna membuka peluang usaha bagi masyarakat rentan.

​Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Medan terkait Tanggapan Kepala Daerah atas Ranperda Inisiatif Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang di Gedung DPRD Medan, Senin (12/10/2026).

​ menjelaskan, skema BMD Produktif untuk Kesejahteraan dirancang dengan memanfaatkan aset-aset daerah yang idle atau memungkinkan untuk disulap menjadi sentra UMKM, pusat kuliner rakyat, ruang ekonomi kreatif, hingga fasilitas pelatihan dan inkubator usaha.

​"Keberhasilannya tidak hanya diukur dari penerimaan finansial daerah, tetapi juga dari jumlah usaha yang tumbuh, UMKM yang naik kelas, kesempatan kerja yang tercipta, serta peningkatan pendapatan keluarga miskin dan rentan," ujar .

​Selain optimalisasi aset daerah, menekankan pentingnya kolaborasi pendanaan non-APBD melalui program Corporate Social Responsibility (CSR/TJSL) perusahaan, BUMN, BUMD, serta lembaga filantropi. Pendekatan pemberdayaan ekonomi ini juga dirancang inklusif dengan membuka akses pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja bagi penyandang disabilitas usia kerja agar berdaya sebagai pelaku ekonomi mandiri.

​"Langkah ini diharapkan mampu mengubah orientasi penanganan kemiskinan dari sekadar penyaluran bantuan sosial pasif menjadi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas warga secara berkelanjutan," ujar Rico Waas.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait