Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pembangunan Tanggul Darurat Dipercepat, Amankan Jalur KA di Grobogan

Editor:  Redaksi2
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Penanganan Banjir Grobogan, Kementerian PU Lakukan Perbaikan Darurat 3 Lokasi Tanggul Jebol Sungai Tuntang(Dok. Kementerian PU)

Nusantaraterkini.co, JATENG - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan tanggul darurat di dekat rel kereta api Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Hal ini menyusul terjadinya banjir di Gubug, Grobogan, imbas jebolnya Tanggul Sungai Tuntang. Sebagai upaya penanganan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun tanggul darurat di sejumlah titik lokasi, yakni di Desa Tinanding, Desa Baturagung, dan Desa Papanrejo.

Di Desa Papanrejo, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana memobilisasikan 8 excavator dan 3 dozer beserta material penanganan berupa glugu, bambu, sesek, tanah urugan, jumbo bag yang didukung oleh 50 personel tanggap darurat.

Kemudian untuk mempercepat penutupan jebolan di Desa Baturagung, dikerahkan sebanyak 3 excavator, 1 dozer, glugu, bambu, sesek, tanah urugan, jumbo bag dengan dukungan 40 personel tanggap darurat.

Baca Juga : Geger, Pria Tanpa Identitas Bunuh Diri Lompat dari Lantai 5 Mal Ciputra Jakarta

Juga dikerahkan 3 excavator, 1 dozer, material tanah, jumbo bag, glugu, bambu, sesek yang didukung oleh 25 personel tanggap darurat untuk menutup jebolan di Desa Tinanding.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Fikri Abdurrachman mengatakan, penanganan dilakukan dengan penebalan dan peninggian tanggul.

"Kami mengoptimalkan penggunaan alat berat untuk mempercepat penutupan tanggul, sehingga kita berharap tanggul cepat tertutup agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal," tutur Fikri, dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga : Bocah 10 Tahun Diduga Korban Penganiayaan di Nisel, Ternyata Yatim Piatu

Sementara Menteri PU Dody Hanggodo menargetkan penanganan tanggul darurat selesai dalam waktu satu pekan.

"Penanganan darurat ini akan selesai pada 3 Februari 2025. Selanjutnya akan dilakukan langkah permanen, yaitu perkuatan tanggul dan normalisasi," kata Dody dalam tinjauannya, Selasa (28/01/2025). (rsy/nusantaraterkini.co)