Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pulihkan Konektivitas Sumut, Hutama Karya Percepat Perbaikan 103 Titik Jalan Tarutung–Sibolga

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Projeck Manager PT HK, Michael Turnip saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026). (Foto: dok nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, TAPUT - Penanganan pascabencana dilakukan melalui kolaborasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) pada koridor jalan nasional Tarutung–Sibolga di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) agar konektivitas Tarutung-Sibolga demi aktivitas warga bisa kembali lancar.

Pekerjaan menyasar titik-titik kritis yang sempat mengganggu akses. Pembangunan ini berada dalam penanganan darurat jasa rancang bangun jalan dan jembatan sepanjang 60,40 kilometer, dengan sebaran 103 titik penanganan.

Baca Juga : Hari Gizi Nasional 2026, Hutama Karya Bangun 80 Titik SPPG Dukung Makan Bergizi Gratis

Projeck Manager PT HK, Michael Turnip menegaskan, percepatan pemulihan konektivitas dilakukan sejak awal kejadian bencana agar menjadi garda terdepan untuk memastikan akses transportasi dan konektivitas antarwilayah segera pulih.

Baca Juga : Hutama Karya Perpangang Pengoperasian Jalan Tol Fungsional Sigli-Banda Aceh Hingga 29 Januari 2026

"Di luar Batu Lubang, pekerjaan ini berada dalam lanskap penanganan yang lebih luas pada koridor Tarutung–Sibolga, dengan total 103 titik penanganan yang tersebar di sepanjang ruas," katanya kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026). 

Titik-titik tersebut, jelasnua, terdiri atas 76 lokasi longsor tebing, 22 lokasi jalan amblas, serta 5 lokasi jalan putus, sehingga pelaksanaan kemudian dibagi ke dalam dua zona agar pengawasan lapangan dan pengendalian mutu dapat dilakukan lebih fokus.

Baca Juga : Gibran Tinjau Langsung Pengungsi Longsor di Cisarua Bandung Barat

"Zona 1 ditetapkan untuk menangani 42 titik penanganan, sedangkan Zona 2 menangani 61 titik penanganan, dengan penempatan sumber daya yang diarahkan pada titik-titik prioritas sesuai kebutuhan lapangan," tandasnya.

Baca Juga : Rahmansyah Sibarani: Penanganan Bencana Merupakan Tanggung Jawab Bersama, Jangan Bermuatan Politik

(*/nusantaraterkini.co)