Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pemanfaatan Pekarangan Rumah Dalam Budidaya Udang Vannamei di Tapteng

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Jasman Julius Mendrofa
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Lokasi penelitian dan percontohan Fundamental Budidaya Udang Vannamei di Desa Aek Garut, Lingkungan 1, Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (15/8/2025). (Foto: Jasman Julius Mendrofa/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Pemanfaatan pekarangan rumah dalam budidaya udang Vannamei merupakan ide dan terobosan baru dalam peningkatan perekonomian masyarakat pesisir pantai, Khususnya Pantai Barat, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Jumat (15/8/2025).

Ide dan terobosan ini digagas oleh Toga Mahaji, seorang Dosen lulusan S3 Universitas Brawijaya Malang dan masih aktif mengajar di Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPK), Matauli Pandan, Tapteng.

Dengan hanya memakai terpal ukuran beragam serta memakai tiang penyangga yang terbuat dari bahan kayu, bambu maupun besi, sudah mampu memelihara udang Vannamei.

Ia mampu melihat peluang dalam budidaya udang, namun hanya dikelola oleh perusahaan perorangan yang memiliki modal besar dan tidak dapat disentuh oleh masyarakat pesisir pantai yang memiliki modal kecil. Hingga ia memiliki ide dan membuat penelitian Fundamental dengan biaya sendiri.

Baca Juga : Kali Pertama, Penelitian Fundamental Memelihara Udang Vannamei di Tapteng

Penelitian ini nantinya, bila berhasil akan merubah mindset para masyarakat nelayan kecil yang mau berusaha dalam pemeliharaan udang tidak hanya dimonopoli oleh pengusaha besar, namun dapat dilakukan oleh masyarakat di pekarangan rumah sendiri.

Toga Mahaji berharap, Tapteng yang memiliki garis pantai yang cukup panjang punya potensi besar dalam pengembangan udang Vannamei dipekarangan.

"Harga udang cukup tinggi diangka Rp 80.000 perkilonya dan permintaan pasar cukup tinggi," ucapnya.

Dosen STPK Matauli ini pun berharap ada dorongan dari pemerintah daerah Kabupaten Tapteng dalam pengembangan udang Vannamei yang memiliki siklus panen yang relatif cepat.

Dalam penelitian Fundamental ini, ide baru dalam pemanfaatan pakan alami yaitu kulit kopi. Selama ini terbuang begitu saja padahal kulit kopi memiliki kandungan zat tanin, sangat bagus dalam mendukung pertumbuhan udang.

"Bila udang sering ganti kulit, maka semakin cepat proses panennya, zat tanin yang ada pada kulit kopi mampu mendorong percepatan pergantian kulit udang," jelas Toga.

Baca Juga : Dinas Ketapang dan Hortikultura Sumut Diminta Terus Berinovasi untuk Diversifikasi Pangan

Meskipun kini penelitian Fundamental ini masih berproses ia berharap nantinya semakin banyak masyarakat yang mau mendukung hingga memiliki potensi besar dalam membangun ekonomi skala mikro yang mandiri dan tahan krisis.

Desa Aek Garut, lingkungan 1 merupakan lokasi penelitian dan percontohan dalam pengembangan budidaya udang Vannamei. Banyak kolam-kolam yang telah didirikan dalam berbagai ukuran yang didalamnya sudah berisi anakan bibit udang sebanyak 100.000 (seratus ribu) ekor.

(jjm/nusantaraterkini.co)