Pasokan BOKAR ke Pabrik Karet Turun Drastis Pascabanjir Sumatera Akibat Infrastruktur Rusak
Pasokan BOKAR ke pabrik pengolahan karet di Aceh, Sumut, dan Sumbar turun drastis hingga 50% pascabanjir
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Banjir yang melanda sejumlah wilayah sentra karet di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berdampak signifikan terhadap kelancaran pasokan Bahan Olah Karet Rakyat (BOKAR) ke pabrik-pabrik pengolahan di wilayah tersebut.
Gangguan operasional pabrik bukan disebabkan oleh terendamnya fasilitas pabrik, melainkan akibat terputusnya rantai pasok bahan baku dari sentra-sentra produksi karet.
"Hingga saat ini, distribusi BOKAR masih terkendala karena kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan, serta kondisi cuaca yang belum sepenuhnya kondusif," ungkap Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut, Edy Irwansyah dalam keterangannya, Senin (8/12/2025).
Di wilayah Aceh, pasokan BOKAR dari sentra produksi di Aceh Timur, Aceh Utara, dan Lhokseumawe masih terhambat. Terputusnya jembatan di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen menyebabkan akses utama pengangkutan BOKAR menuju pabrik belum dapat dilalui secara normal.
"Akibatnya, pasokan dari wilayah tersebut masih terisolasi," sebutnya.
Baca Juga : Ekspor Karet Sumut Oktober 2025 Melemah 17,9% (YoY), Terdampak Permintaan Global dan Curah Hujan Tinggi
Sementara itu, di Sumatera Utara, kondisi pasokan BOKAR juga sangat ketat. Gangguan distribusi terjadi akibat putusnya sejumlah ruas jalan di sentra produksi kawasan Tapanuli. Selain itu, pasokan dari Kepulauan Nias belum dapat dikirim secara optimal, karena kondisi cuaca laut yang belum membaik sehingga angkutan kapal dari Nias ke Sibolga belum kembali normal.
Kondisi serupa terjadi di Sumatera Barat. Pabrik pengolahan karet mengalami keterbatasan pasokan karena sebagian sumber bahan baku berasal dari Sumatera Utara dan pulau-pulau sekitar Riau.
"Hingga saat ini, distribusi dari wilayah-wilayah tersebut masih terkendala akibat cuaca buruk yang membatasi aktivitas pelayaran dan kapal belum dapat berlabuh secara optimal," jelasnya.
Baca Juga : Kinerja Ekspor Karet Alam Sumut Masih Stagnan Meski Harga Global Menguat
Secara keseluruhan, pascabanjir dan cuaca ekstrem*l, pabrik-pabrik pengolahan karet di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami penurunan pasokan BOKAR yang sangat signifikan. Diperkirakan berkurang hingga sekitar 50 persen dibandingkan kondisi normal.
Penurunan ini diperparah oleh terbatasnya mobilitas angkutan truk ekspedisi, baik akibat akses jalan yang belum pulih sepenuhnya maupun kendala ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di beberapa wilayah.
"Pelaku industri berharap percepatan perbaikan infrastruktur, normalisasi distribusi BBM, serta pemulihan transportasi darat dan laut, agar rantai pasok BOKAR dapat segera kembali berjalan normal dan aktivitas industri karet tidak semakin terganggu," pungkasnya.
(zie/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSFirman Soebagyo Ajak Generasi Muda Perkuat Pancasila di Tengah Penyesatan Sejarah
hendra·22 menit yang lalu -
-
KRIMINALKejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Korupsi Motor Listrik MBG, Anggaran Capai Rp1,2 Triliun
hendra·1 jam yang lalu -
-
NEWSIsu OTT di Sumut Bikin Geger, Ketua DPRD Labura Disebut Ditangkap, Ini Kata KPK
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALHendak Terbang ke Kuala Lumpur, Penumpang Bawa 700 Gram Emas Digagalkan Bea Cukai
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSFilep Wamafma Soroti DTSEN KIP Kuliah 2026: Jangan Sampai Mahasiswa Putus Kuliah
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSKasus Lapas Cibinong, Pangeran Khairul Saleh Minta Pengunduran Diri Dirjenpas Ditangguhkan
hendra·3 jam yang lalu -
SUMSELGubernur Sumsel Bakal Perluas Kolam Retensi untuk Atasi Banjir Simpang Polda Jelang Musim Hujan
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSFormappi Soroti Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran: Kini Lebih Tepat Disebut Kabinet Kompromi
hendra·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan