Firman Soebagyo Ajak Generasi Muda Perkuat Pancasila di Tengah Penyesatan Sejarah
Firman Soebagyo mengajak generasi muda memperkuat Pancasila dan memahami sejarah G30S secara utuh serta kritis di tengah maraknya konten media sosial.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota MPR/DPR,Firman Soebagyo mengajak masyarakat menjadikan peringatan peristiwa G30S/PKI pada 30 September dan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober sebagai momentum untuk memperkuat ideologi Pancasila sekaligus memahami sejarah secara utuh.
Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR itu mengatakan, kedua momentum tersebut memiliki keterkaitan erat dalam perjalanan sejarah Indonesia.
"Setiap 30 September malam, kita mengenang kekejaman G30S/PKI yang menculik dan membunuh 7 Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya. Keesokan harinya, 1 Oktober, Pancasila terbukti sakti, NKRI tidak runtuh," kata Firman, Jumat (2/10/2026).
Menurut Firman, peringatan tersebut tidak semata-mata menjadi agenda seremonial, tetapi juga pengingat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga Pancasila sebagai ideologi negara.
Firman yang juga Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Politik menyoroti maraknya konten di media sosial yang menurutnya berpotensi membelokkan pemahaman sejarah, terutama di kalangan generasi muda.
"Saya sangat prihatin. Hari ini banyak konten di TikTok, YouTube, Instagram yang mencoba membelokkan fakta. Ada yang bilang G30S bukan ulah PKI, ada yang bilang PKI adalah korban. Ini pembodohan dan penyesatan sejarah yang sistematis dan berbahaya," ujarnya.
Ia juga menyinggung TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1966 yang mengatur pembubaran PKI dan larangan penyebaran atau pengembangan ajaran komunisme, Marxisme-Leninisme di Indonesia.
"TAP MPRS itu masih berlaku sampai hari ini dan mengikat. Jadi tidak ada ruang untuk memberikan panggung apalagi membenarkan ajaran komunisme dengan dalih apa pun di Indonesia," tegasnya.
Firman kemudian menitipkan tiga pesan kepada generasi muda agar lebih kritis dalam menerima informasi sejarah.
Pertama, mempelajari sejarah dari sumber primer dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar mengandalkan potongan video di media sosial.
Kedua, mewaspadai penyebaran paham yang dinilai bertentangan dengan nilai agama, persatuan, dan gotong royong Pancasila.
Ketiga, menjadi bagian dari upaya menjaga Pancasila di era digital dengan melawan hoaks, ujaran kebencian, dan penyebaran ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
"Peringatan G30S/PKI bukan untuk menumbuhkan dendam, tapi untuk memastikan pengkhianatan serupa tidak pernah terulang. Tugas kita adalah JAS MERAH—Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah, dan menjaga Pancasila tetap sakti di bumi Indonesia," pungkas Firman.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
-
NEWSFirman Soebagyo Ajak Generasi Muda Perkuat Pancasila di Tengah Penyesatan Sejarah
hendra·50 menit yang lalu -
-
KRIMINALKejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Korupsi Motor Listrik MBG, Anggaran Capai Rp1,2 Triliun
hendra·1 jam yang lalu -
-
NEWSIsu OTT di Sumut Bikin Geger, Ketua DPRD Labura Disebut Ditangkap, Ini Kata KPK
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALHendak Terbang ke Kuala Lumpur, Penumpang Bawa 700 Gram Emas Digagalkan Bea Cukai
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSFilep Wamafma Soroti DTSEN KIP Kuliah 2026: Jangan Sampai Mahasiswa Putus Kuliah
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan