Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pelatih Chelsea Enzo Maresca membela keputusannya memilih Enzo Fernandez menjadi kapten tim hanya sebulan setelah gelandang timnas Argentina itu mengunggah video berisi nyanyian yang diduga bernada rasis.
Enzo Fernandez mengenakan ban kapten saat Chelsea kalah 0-2 dari Manchester City dalam pertandingan pembuka Premier League, kasta teratas Liga Inggris, musim 2024-2025 di Stamford Bridge pada Minggu (18/8/2024).
Sebelumnya, pesepak bola berusia 22 tahun itu telah meminta maaf usai mengunggah video mengejek beberapa pemain Perancis menyusul kemenangan Argentina atas Kolombia di final Copa América bulan lalu.
Baca Juga : 6 Klub Sepak Bola Inggris Dipastikan Berlaga di Liga Champions 2025/2026, Ini Daftarnya
Pihak klub telah mengakhiri penyelidikan, tetapi tetap FIFA melanjutkan soal insiden itu.
Fernandez menjadi kapten tim saat kapten reguler Reece James absen ketika melawan Club America di pramusim.
"Enzo adalah salah satu kapten tim ini, dia bukan satu-satunya. Kami punya Reece James, kami punya beberapa kapten lagi," tutur Maresca dikutip dari ESPN.
Baca Juga : Liga Champions : Man City Vs Real Madrid, Kickoff Pukul 03.00 WIB Dini Hari
"Alasannya adalah karena saya bisa melihat rekan setim mengenalinya, seperti referensi, sebagai kapten, dan dia sudah menjadi kapten di pramusim saat kami mengganti Reece di pertandingan," ucapnya.
"Kita semua membuat kesalahan. Penting untuk mengakui Enzo melakukan kesalahan, mengakui kesalahannya dan selesai," tuturnya.
Pelatih asal Italia itu pun mengungkap alasan lain mengapa bisa memilih Enzo Fernandez sebagai kapten tim.
Baca Juga : Hasil Piala FA: Chelsea Bantai Charlton 5-1, Kemenangan Perdana Liam Rosenior
"Saya tidak tahu tentang Anda, tetapi saya melakukan beberapa kesalahan di masa lalu dan saya mengakuinya," ucapnya.
"Sebagai manusia, jika melakukan kesalahan dan mengakuinya, Anda tidak akan dihukum seumur hidup. Enzo melakukan kesalahan, dan mengakuinya. Bagi saya, dia adalah salah satu referensi dan saya tidak perlu menambahkan apa pun," tuturnya. (rsy/nusantaraterkini.co)
