NUSANTARATERKINI.CO - Salat Idul Fitri yang hanya dilakukan sekali dalam setahun menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam.
Biasanya, shalat ini dijalankan secara berjamaah pada pagi hari saat Hari Raya Idul Fitri, dengan umat Islam berkumpul di masjid atau lapangan.
Salat Idul Fitri memiliki perbedaan dalam pelaksanaannya dibandingkan dengan salat sunnah lainnya, seperti salat dhuha, salat tahajud, salat witir, dan salat wajib.
Baca Juga : Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Wali Kota Medan Rico Waas Salat Idul Fitri di Lapangan Merdeka Medan
Meskipun umumnya dijalankan secara berjamaah, umat Islam tetap diperbolehkan melaksanakan shalat Idul Fitri sendirian di rumah.
Sebagaimana dijelaskan Imam Bukhari dalam Shahih Al Bukhari:
“Jika seseorang terlewat shalat ied, maka ia shalat dua rakaat. Demikian juga para wanita dan orang yang ada di rumah serta di pedalaman. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam: “ini adalah ied orang Islam”. Dan Anas bin Malik memerintahkan pembantunya (shalat dua rakaat), yaitu Ibnu Abi Utbah untuk menjadi imam, ketika berada di Zawiyah. Dan beliau mengumpulkan istrinya dan anak-anaknya, dan beliau shalat seperti shalat ied yang dikerjakan penduduk kota (yang tidak sedang safar) dan dengan cara takbir yang sama”.
Baca Juga : Pemko Medan akan Gelar Salat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Merdeka
Rakaat Pertama
1. Membaca niat salat id
Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an imaman/ma’muman lillāhi ta‘ala.
Baca Juga : HUT ke-18 Partai Gerindra, Sekjen Sugiono Serukan Konsolidasi dan Aksi Nyata
Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”
2. Takbiratul ihram اللهُ اَكْبَرُ Allāhu akbar.
3. Baca doa iftitah/istiftah.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Global Kian Menggila, DPR Soroti Lemahnya Pengelolaan SDA dan Mitigasi Bencana
Allahu akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila, inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardha hanifan musliman, wa ma ana minal musyrikin, inna shalati wa nusukiwa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin, la syarika lahu wa bi dzalika umirtu, wa ana minal muslimin.
4. Takbir tambahan sebanyak (7 kali) اللهُ اَكْبَرُ Allahu akbar.
Adapun berikut ini adalah zikir yang dibaca saat jeda antara takbir:
Baca Juga : Bacaan Niat Mandi Hari Raya Idul Fitri bagi Laki-Laki dan Wanita, Lengkap dengan Tata Caranya
Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar, wa la haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil azhim.
5. Membaca surat Al-Fatihah
6. Membaca surat Al-A’la
Baca Juga : Bagaimana Hukum Mencicipi Masakan saat Sedang Puasa Ramadhan? Begini Penjelasannya
7. Rukuk dengan tuma’ninah
8. Tasbih rukuk (3 kali)
Subhana rabbiyal ‘azhimi wa bi hamdih.
9. I‘tidal dengan tuma’ninah.
10. Doa i’itidal
Rabbanā lakal hamdu mil’as samāwati wa mil’al ardhi wa mil’a ma syi’ta min syay’in ba‘du.
11. Sujud dengan thuma’ninah.
12. Tasbih sujud (3 kali)
Subhana rabbiyal a‘la wa bi hamdih.
13. Duduk di antara dua sujud dengan thuma’ninah.
14. Doa duduk di antara dua sujud
Rabbighfir li, warhamni, wajburnī, warfa‘ni, warzuqni, wahdini, wa ‘āfini, wa‘fu ‘anni.
15. Sujud dengan thuma’ninah.
16. Tasbih sujud (3 kali).
Subhana rabbiyal a‘la wa bi hamdih.
17. uduk istirahat sejenak (sedurasi bacaan subhānallāh) sebelum bangun untuk melaksanakan rakaat kedua.
18. Takbir intiqal (takbir yang mengiringi bangun dari posisi duduk ke posisi diri). اللهُ اَكْبَرُ Allāhu akbar.
Rakaat Kedua
1. Takbir tambahan sebanyak 5 kali sebelum membaca Surat Al-Fatihah.
اللهُ اَكْبَرُ Allāhu akbar.
Adapun berikut ini adalah zikir yang dibaca saat jeda antara takbir:
Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil azhîm.
2. Surat Al-Fatiha
3. Surat Al-Ghasyiyah
4. Rukuk dengan thma’ninah
5. Tasbih rukuk (3 kali).
Subhana rabbiyal ‘azhimi wa bi hamdih.
6. I‘tidal dengan thuma’ninah
7. Doa i’itidal
Rabbana lakal hamdu mil’as samawati wa mil’al ardhi wa mil’a ma syi’ta min syay’in ba‘du.
8. Sujud dengan thuma’ninah.
9. Tasbih sujud (3 kali)
Subhana rabbiyal a‘la wa bi hamdih.
10. Duduk di antara dua sujud dengan thuma’ninah.
11. Doa duduk di antara dua sujud
Rabbighfir li, warhamni, wajburni, warfa‘nī, warzuqni, wahdinī, wa ‘āfinī, wa‘fu ‘annī.
12. Sujud dengan thuma’ninah.
13. Tasbih sujud (3 kali).
Subhāna rabbiyal a‘lā wa bi hamdih.
14. Duduk tasyahhud akhir (tawarruk)
15. Membaca tasyahhud akhir
At-tahiyyatul mubarakatus shalawatut thayyibātu lillah. As-salamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh, as-salamu ‘alayna wa ‘alā ‘ibādillahis shālihin. Asyhadu an la ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah. Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidina Muhammad, kamashallayta ‘ala sayyidina Ibrahīm wa ‘ala āli sayyidinā Ibrāhīm; wa bārik ‘alā sayyidina Muhammad wa ‘ala āli sayyidina Muhammad, kamā bārakta ‘alā sayyidinā Ibrāhīm wa ‘alā āli sayyidina Ibrāhīm. Fil ‘ālamīna innaka hamidun majīd.
16. Salam
As-salāmu ‘alaikum wa rahmatullāh.
(*/nusantaraterkini.co)
