Netanyahu Ancam Kerahkan Pasukan Khusus Jika Ditangkap di Luar Negeri, Singgung Surat Perintah ICC
Netanyahu mengisyaratkan pasukan khusus Israel siap bertindak jika ia ditangkap di luar negeri terkait surat perintah Mahkamah Pidana Internasional.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan bahwa pemerintahnya telah menyiapkan langkah antisipasi apabila dirinya ditangkap saat melakukan perjalanan ke luar negeri. Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan pengerahan pasukan khusus Israel untuk melakukan operasi penyelamatan jika situasi tersebut benar-benar terjadi.
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu ketika diwawancarai pembawa acara Fox News, Sean Hannity, di tengah masih berlakunya surat perintah penangkapan yang diterbitkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Mahkamah tersebut menuduh Netanyahu terlibat dalam dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait operasi militer Israel di Jalur Gaza.
Dalam wawancara tersebut, Hannity menanyakan kemungkinan Netanyahu harus melakukan pendaratan darurat di negara anggota ICC karena kondisi medis atau keadaan darurat lainnya, yang berpotensi berujung pada penangkapannya.
Menanggapi pertanyaan itu, Netanyahu mengaku telah mempertimbangkan berbagai skenario yang mungkin terjadi.
"Ya, saya memikirkannya. Kami memiliki pasukan khusus yang menangani hal semacam ini. Saya sendiri pernah bertugas di sana selama lima tahun," ujar Netanyahu dikutip, Minggu (2/7/2026)
Hannity kemudian memuji kemampuan pasukan elite Israel. Netanyahu pun merespons dengan mengatakan, "Ya, mari kita berikan mereka tugas baru."
Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa Israel dapat mempertimbangkan operasi militer untuk membebaskan Netanyahu jika ia ditahan di luar negeri. Namun, Netanyahu tidak menjelaskan secara rinci bagaimana mekanisme atau bentuk operasi yang dimaksud.
Secara hukum internasional, pengerahan pasukan militer ke wilayah negara lain tanpa persetujuan pemerintah setempat dapat dipandang sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan berpotensi memicu ketegangan diplomatik.
Ucapan Netanyahu muncul ketika ruang geraknya di panggung internasional dinilai semakin terbatas akibat surat perintah penangkapan ICC. Pemerintah Israel kini disebut lebih berhati-hati dalam menentukan tujuan kunjungan luar negeri, terutama ke negara-negara yang menjadi anggota ICC.
Berdasarkan Statuta Roma, negara-negara anggota ICC pada prinsipnya memiliki kewajiban untuk bekerja sama dalam pelaksanaan putusan mahkamah, termasuk menjalankan surat perintah penangkapan. Meski demikian, implementasinya di lapangan kerap dipengaruhi oleh pertimbangan hukum, politik, hingga hubungan diplomatik masing-masing negara.
Tekanan terhadap Netanyahu juga datang dari sejumlah tokoh internasional. Wali Kota New York, Zohran Mamdani, sebelumnya menyerukan agar pemerintah Amerika Serikat melaksanakan surat perintah ICC apabila Netanyahu berkunjung ke wilayah AS. Selain itu, beberapa negara Eropa juga menyatakan akan memenuhi kewajiban hukum internasional apabila Netanyahu memasuki yurisdiksi mereka.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
OLAHRAGAPersaingan Ketat di Real Madrid, Mourinho Belum Garansi Tempat Utama untuk Vinicius
Rozie Winata·2 menit yang lalu -
NEWS VIDEOAbdul Kholik Desak Penguatan Peran DPD dalam Pembahasan Anggaran Transfer ke Daerah
Fadli Tara·36 menit yang lalu -
SUMUTTak Kunjung Diaspal, Aliansi Masyarakat Kuala Air Hitam Ancam Blokir Jalan
Rozie Winata·53 menit yang lalu -
INTERNASIONALDidakwa Korupsi Dana Pensiun, Presiden Paraguay Santiago Pena Lengser Lewat Pemakzulan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANKetua DPD RI Apresiasi Rencana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu di 2027
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELNiat Beli Mobil di Marketplace, Dokter di Palembang Kena Tipu Puluhan Juta
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KESEHATANRS Adam Malik Semarakkan HKN ke-62 dengan Gerakan Sehat untuk Semua
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp20 Ribu ke Rp2.545.000 Per Gram Jelang Akhir Pekan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
PERISTIWAKebakaran Hanguskan 9 Rumah di Komplek Griya Pesona Minimalis Medan Marelan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan