Nusantaraterkini.co, MEDAN - Momentum memperingati Hari Ibu. Kisah inspiratif Neni Batubara (55) patut dijadikan teladan.
Bermodalkan semangat, keberanian, dan ketekunan, ibu dua anak ini nekat membuka usaha kuliner setelah pensiun dari pekerjaannya sebagai supervisor di salah satu distributor obat-obatan di Kota Medan.
Neni memulai usahanya secara tidak sengaja ketika mencoba menjual kebab kepada rekan kerja di kantornya.
Baca Juga : Cara Merawat Rambut agar Sehat dan Tebal
“Awalnya hanya coba-coba, saya bawa 50 pack kebab ke kantor, habis. Minggu berikutnya saya tambah, habis lagi. Akhirnya saya berpikir, kenapa tidak mencoba serius di kuliner?,” ungkapnya kepada Nusantaraterkini.co, Minggu (22/12/2024).
Berawal dari penjualan kebab, usaha yang dinamakan Dapoersyagi ini berkembang pesat. Dari mulut ke mulut, ia bahkan menerima pesanan besar hingga 300 potong kebab untuk pesta di tahun 2020, meski saat itu Neni belum memiliki peralatan lengkap.
“Saya kaget sekaligus senang. Yang pesan waktu itu menyarankan saya pakai alat seadanya, termasuk kompor biasa,” kenangnya dengan penuh semangat.
Baca Juga : Regangkan Tubuh dengan Olahraga Setelah Bangun Tidur
Setelah resmi pensiun pada Juni 2024, Neni lebih fokus mengembangkan Dapoersyagi. Kini, ia menjual berbagai jenis makanan, mulai dari kebab, lumpia, mpek-mpek, hingga rencana menambah menu baru seperti roti bakar.
Dengan harga yang terjangkau, antara Rp12.000 hingga Rp20.000, Neni mampu meraup penghasilan bersih hingga Rp5 juta per bulan.
Usahanya juga semakin dikenal melalui keikutsertaannya dalam bazar, festival kuliner, serta penjualan langsung di rumahnya di Jalan Karya, Karang Berombak.
Baca Juga : Manfaat dan Berapa Lama Bayi Harus Diberi ASI yang Harus Kalian Ketahui
Namun, perjalanan Neni tidak selalu mulus. Ia mengungkapkan tantangan terbesar adalah biaya sewa tenant yang tinggi, terutama di pusat perbelanjaan.
“Harga sewa di mall itu tinggi sekali. Kadang hasil penjualan cuma cukup untuk balik modal. Tapi saya tidak menyerah, selalu kembangkan menu dan terima kritik serta saran dari pelanggan,” tutur Neni, yang pernah mengalami kerugian hingga Rp13 juta dalam perjalanan bisnisnya.
Di momen Hari Ibu ini, Neni berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi perempuan lainnya, khususnya para pelaku UMKM di Medan.
Baca Juga : Apakah Orgasme Itu Baik untuk Kesehatan Mental?
Ia juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar mendukung UMKM dengan menurunkan biaya sewa stand di pusat perbelanjaan.
“Semoga pelaku UMKM Medan terus maju. Jangan takut mencoba, apalagi jika ada peluang di bazar atau festival kuliner. Kita juga harus berani berinovasi,” pesannya.
(cw9/Nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Faktor dan Cara Agar Kulit Tidak Kering dan Bersisik
