Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Motif Pembunuhan Siswi SMP di Simalungun Terungkap, Pelaku Kesal Dimintai Uang Penggugur Kandungan

Reporter :  Akbar Harahap
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Evakuasia jenazah korban pembunuhan di Simalungun.(foto:istimewa)

Nusantaraterkini.co, SIMALUNGUN-Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, mengungkapkan motif di balik pembunuhan sadis siswi SMP berinisial Z di Kecamatan Tapian Dolok. Pelaku AH (15) mengaku mencekik dan menusuk korban berulang kali setelah terlibat cekcok masalah biaya aborsi.

"Korban adalah siswi SMP yang masih sangat muda, baru berusia 15 tahun. Kasus ini sangat memprihatinkan karena melibatkan anak-anak yang seharusnya masih fokus pada pendidikan mereka," ungkapnya, Senin (29/12/2025).

Sebelumnya, warga dikejutkan dengan penemuan jasad seorang gadis remaja 15 tahun berinisial Z di kawasan Perkebunan Bridgestone, Nagori Batu Silangit, Kabupaten Simalungun, pada Minggu (28/12/2025). Kemudian terungkap korban merupakan korban pembunuhan.

Dalam waktu kurang dari 5 jam sejak penemuan mayat itu, tim gabungan Polsek Serbelawan dan Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun berhasil menangkap pembunuh siswi SMP itu, yakni  AH (15), yang juga masih berstatus siswa SMP. 

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, menjelaskan, ronologi penemuan mayat dimulai pada Minggu sore sekitar pukul 15.45 WIB ketika dua saksi, S (51) dan MB (20), yang merupakan karyawan dan security PT Bridgestone, pulang dari memancing di Dolok Merangir.

"Kedua saksi melihat ada lalat hijau yang berterbangan dalam jumlah banyak. Merasa curiga, mereka mendekati sumber lalat tersebut dan menemukan sosok mayat perempuan mengenakan celana putih dan baju hijau. Ini adalah penemuan yang sangat mengejutkan," ujar AKP Verry Purba.

Saksi S segera menghubungi Pangulu Dolok Ulu untuk melaporkan kejadian tersebut. Ketika mendekati mayat, mereka menemukan korban dalam posisi telungkup dengan sebuah handphone berada di dekat kepala korban.

"Tim Inafis Polres Simalungun bersama Polsek Serbelawan langsung bergerak cepat melakukan olah TKP. Dari lokasi kejadian diamankan satu unit HP merek ZTE, uang sebesar Rp 11.000 dengan berbagai pecahan, dan dua batang kayu ubi yang diduga digunakan sebagai alat dalam tindak kejahatan," ungkap Kasi Humas merinci barang bukti.

Yang membuat suasana semakin emosional, sekitar pukul 17.00 WIB, terdengar teriakan memilukan dari seorang warga yang datang ke lokasi. "Anak ku! Anak ku!" teriaknya sambil berlari mendekati mayat.

"Momen itu sangat menyayat hati. Ketika posisi mayat ditelentangkan, warga tersebut memastikan bahwa mayat itu adalah anaknya, Z, siswi kelas 9 SMP. Bayangkan perasaan orang tua yang kehilangan anak dengan cara yang sangat tragis," ujar AKP Verry Purba dengan empati mendalam.

Baca Juga : Geger, Remaja Perempuan 15 Tahun Ditemukan Tewas di Areal Perkebunan Bridgestone Simalungun 

Setelah olah TKP selesai, mayat korban dibawa ke RSU Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk dilakukan visum (otopsi) luar dan dalam guna menentukan penyebab kematian secara medis.

Pada pukul 19.30 WIB, hanya sekitar 4 jam sejak penemuan mayat, Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Herison Manullang SH bersama Kapolsek Serbelawan IPTU Gunawan Sembiring SH beserta anggota berhasil mengamankan pelaku.

"Dengan kemampuan personel Sat Reskrim dan insting penyelidikan yang tajam di lapangan, tersangka berhasil diketahui beserta motifnya. Ini adalah bukti profesionalisme tim investigasi kami," ujarnya. 

Pelaku berinisial AH (15), masih berstatus siswa SMP dan merupakan warga Kecamatan Tapian Dolok, diamankan dari rumah kakak kandungnya di Huta Pondok Burian, Nagori Nagur Usang.

"Kami bergerak cepat sebelum dia sempat melarikan diri lebih jauh," ungkap AKP Verry Purba.

Sementara itu, dalam pengakuannya, pelaku mengatakan mencekik korban dari belakang saat korban berada di atas sepeda milik pelaku.

"Dia mencekik korban dari belakang, kemudian memukul kepala korban dengan batu sekitar 5 kali, memukul pundak dan punggung dengan kayu ubi sekitar 5 kali. Kemudian menusuk badan korban dengan pisau berulang kali hingga sekitar 10 tusukan," terang Verry Purba.

Minta Uang Aborsi

Terungkap motif di balik pembunuhan ini,  bahwa korban Z meminta uang kepada pelaku AH untuk membeli obat penggugur kandungan.

Baca Juga : Paman di Paluta Tega Perkosa dan Bunuh Ponakan: Korban Dihabisi di Rawa-rawa
"Motif pembunuhan ini sangat memprihatinkan. Korban meminta uang kepada pelaku untuk membeli obat aborsi karena sedang hamil. Ini menunjukkan ada masalah serius dalam pergaulan remaja yang harus menjadi perhatian kita semua," ujar AKP Verry Purba dengan nada prihatin mendalam.

Kasi Humas menegaskan bahwa tim telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian secara lengkap dan terukur, mulai dari olah TKP, dokumentasi foto dan video, pemeriksaan saksi-saksi, pembuatan laporan polisi model B, permintaan visum otopsi luar dan dalam, hingga penangkapan pelaku dan pelaporan kepada atasan.

"Polres Simalungun berkomitmen menangani kasus ini secara serius dan tuntas. Meskipun pelaku masih anak-anak, tindakannya sangat kejam dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Ini juga menjadi pelajaran penting bagi orang tua untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anak mereka," ucap AKP Verry Purba menutup keterangannya.

 (Bar/Nusantaraterkini.co)