Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Menko Insfratruktur, Perintahkan Percepatan Pengiriman Alat Berat ke Lokasi Bencana Aceh dan Sumut

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Muhammad Alfi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, BELAWAN – Pemerintah Pusat terus mempercepat penanganan darurat bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Bantuan logistik telah dikirimkan dan proses perbaikan infrastruktur yang rusak serta pemulihan akses komunikasi dan listrik menjadi prioritas.

Baca Juga : Banjir Ganggu Operasional Jalur Kereta, KAI Minta Maaf Operasional KA Cut Meutia Aceh Dihentikan Sementara

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), didampingi oleh Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara,

menyatakan kesiapan pemerintah untuk turun ke lokasi bencana dalam 2-3 hari ke depan.

"Kita berduka atas korban jiwa dan kerusakan material yang terjadi. Tugas kami sekarang adalah memastikan bantuan sampai dan infrastruktur vital segera berfungsi," ujar AHY yang memantau langsung penyaluran bantuan di Pelabuhan Belawan, Senin (1/12/2025).

AHY menegaskan, koordinasi intensif dilakukan dengan kementerian atau lembaga di bawahnya, terutama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Kami telah menggerakkan alat-alat berat seperti ekskavator, loader, dan truk untuk membersihkan material longsor dan menghubungkan kembali jalur-jalur yang terputus. Ini penting untuk mengatasi isolasi sejumlah daerah dan memulihkan logistik darat," ucapnya.

Baca Juga : Pasokan Terganggu, Warga Binjai Rela Antre Berjam-jam Demi Dapatkan BBM

AHY mengakui tantangan di lapangan tidak ringan, dengan banyaknya titik longsor, genangan air, dan gangguan pada jaringan dan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta listrik.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina dan PLN. Pasokan BBM dan listrik sangat vital, tidak hanya untuk operasi penanganan, tetapi juga untuk komunikasi. Jika listrik padam, komunikasi terhambat, dan ini bisa menghambat informasi dari lapangan," pungkasnya.

(Cw4/Nusantaraterkini.co)