Kebijakan Bagasi Baru Garuda Indonesia Tuai Kritik, Anggota DPR Khawatirkan Dampak ke UMKM Oleh-oleh
Kebijakan bagasi baru Garuda Indonesia menuai kritik DPR karena dinilai berpotensi mengurangi pembelian oleh-oleh dan menekan UMKM pariwisata.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Alex Indra Lukman, mengkritik perubahan regulasi bagasi maskapai Garuda Indonesia yang beralih dari skema berat (weight concept) ke jumlah koli (piece concept). Kebijakan ini dinilai berpotensi menekan industri pariwisata serta merugikan pelaku UMKM cenderamata dan oleh-oleh daerah.
Alex menilai sistem piece concept akan memicu keengganan penumpang untuk membeli buah tangan, lantaran kemasan oleh-oleh umumnya dikemas terpisah dari koper utama dan berisiko terhitung sebagai barang bawaan tambahan yang dikenakan biaya ekstra.
“Aturan baru bagasi di Garuda Indonesia dengan sistem piece concept (hitung berdasarkan jumlah koper), akan membuat pengguna jasa penerbangan enggan untuk membawa buah tangan dari perjalanannya ke suatu destinasi wisata, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” kata Alex, Kamis (10/9/2026).
Dengan sistem baru tersebut, petugas di konter check-in tidak hanya memperhitungkan total berat barang bawaan, tetapi juga jumlah fisik koper atau koli yang dibawa penumpang.
Alex memberikan ilustrasi, seorang penumpang membawa dua koper dengan berat masing-masing 10 kilogram. Total beratnya hanya 20 kilogram atau masih di bawah batas 23 kilogram per koli.
Namun, apabila tiket ekonomi domestik hanya mencakup satu koli, koper kedua tetap dihitung sebagai koli tambahan dan dikenakan biaya ekstra. Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan apabila penumpang membawa kardus berisi oleh-oleh.
“Artinya, pedagang oleh-oleh di terminal bandara, termasuk di sentra oleh-oleh yang ada di sebuah destinasi wisata, bakalan kehilangan calon pembeli,” ujar Alex.
Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI itu, penumpang berpotensi berpikir ulang untuk membeli oleh-oleh karena biaya tambahan bagasi bisa membuat ongkos membawa produk tersebut tidak lagi sebanding dengan nilai barang yang dibeli.
“Karena, yang ada di pikiran penumpang, kemasan itu akan jadi koli tambahan yang ongkos kirimnya akan melebihi nilai ekonomis dari oleh-oleh yang dibeli,” tambahnya.
Alex kemudian menyoroti besarnya potensi pasar wisata domestik di Indonesia. Ia merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada kuartal I 2026 mencapai 319,51 juta perjalanan, atau meningkat 13,14 persen secara tahunan.
Menurut dia, tingginya mobilitas wisatawan domestik menunjukkan semakin ramainya aktivitas perjalanan masyarakat, mulai dari wisata, mudik, perjalanan bisnis hingga kunjungan keluarga.
“Secara teori, cenderamata dan oleh-oleh memang masuk ke dalam kategori pelengkap atau penunjang pariwisata (ancillary services),” jelas Alex.
Ia menilai kebijakan bagasi baru Garuda Indonesia berpotensi mengurangi peluang pelaku UMKM menikmati pertumbuhan perjalanan wisatawan domestik yang mencapai ratusan juta perjalanan.
“Beleid Garuda ini secara tak langsung telah meruntuhkan ekspektasi pelaku UMKM Indonesia terhadap potensi dari ratusan juta orang wisnus ini,” pungkas Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat tersebut.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALGeger Gangster di Surabaya! Dua Remaja Dikeroyok, Punggung dan Bibir Dibacok
hendra·11 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALSatgas Damai Cartenz Bekuk Mahasiswa Pencuri Senjata Api Polisi di Jayapura
Rozie Winata·19 menit yang lalu -
NEWSInspektorat Nias Selatan Perkuat Pengawasan Pemerintahan Desa se-Kepulauan Batu
hendra·41 menit yang lalu -
-
-
-
HUKUM DAN KRIMINALMahasiswa Unsri Palembang Dirampok Usai Kuliah, Diancam Pisau oleh Begal Bermotor
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Sabu dan Judi Online, Pria Pengangguran Nekat Todong Penghuni Indekos
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELProgram Minggu Kasih, Kapolda Sumsel Serap Aspirasi Jemaat Gereja HKBP dan Serahkan Sarana Kontak Pengaduan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELLRT Sumsel Sedot APBN Rp300 Miliar per Tahun, Gubernur Sebut ‘Wajar’
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan