Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Legislator: Sebagus Apapun UU BUMN, Jika Korupsi Masih Ada, Indonesia Emas Bisa Jadi Indonesia Cemas

Saya memimpikan negeri ini terbebas dari praktek-praktek koruptif, polusi. Sebagus, sesempurna apapun, tapi kalau dalam menjalankan implementasi ini

Anggota Komisi VI DPR Sartono Hutomo. (Foto: Dok.DPR)
Anggota Komisi VI DPR Sartono Hutomo. (Foto: Dok.DPR)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Sartono Hutomo mengatakan, Indonesia diimpikan terbebas dari praktek-praktek korupsi, kolusi, nepotisme (KKN). Pasalnya, apabila praktek tersebut masih terus menjamur maka generasi emas Indonesia pada 2045 tak akan terwujud.

Demikian dikatakan Sartono terkait tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

“Saya memimpikan negeri ini terbebas dari praktek-praktek koruptif, polusi. Sebagus, sesempurna apapun, tapi kalau dalam menjalankan implementasi ini () juga ada potensi praktek-praktek ini, kita tidak akan menuju apalagi . Konon menjadi Indonesia cemas,” kata Sartono Hutomo, Sabtu (1/2/2025).

Menurut Sartono, potensi-potensi perilaku KKN dalam pembahasan Revisi harus dihilangkan.

“Komisi VI DPR harus menjadi bagian. Jangan nanti setelah disetujui terus ada judicial review, seolah-olah tugasnya MK. Seminim mungkin potensi untuk di judicial review. Jadi landasan kajian ilmiahnya betul-betul tidak meragukan,” ujarnya.

Sartono pun menyoroti salah satu point dalam RUU BUMN ini terkait pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), yang bertugas mengelola investasi strategis negara.

Ia menilai, pembentukan BPI Danantara ini memerlukan regulasi. Namun, ia mengingatkan regulasi tersebut nantinya jangan sampai tumpang tindih dengan regulasi yang sudah ada terkair pengelolaan investasi.

“Jadi harus jelas UU ini secara eksplisit menetapkan mandat, fungsi dan kewenangannya,” kata asal dapil Jawa Timur ini.

(cw1/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru