Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kronologi Penemuan Tulang Manusia Dalam Pohon Aren di Sergai, Tumbang setelah Mati 4 Tahun

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Proses olah TKP temuan tulang belulang manusia dalam pohon Aren di Kabupaten Sergai, Sumatera Utara (Sumut). (Foto: Dok. Polres Sergai)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Tulang belulang manusia yang ditemukan oleh dua orang warga Desa Pematang Ganjang, kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut), pada Selasa (9/9/2025) menjadi sorotan publik.

Pasalnya, kerangka yang ditemukan oleh warga setempat Aldi dan Rian, berada dalam pohon aren yang telah tumbang dan diperkirakan sudah mati selamat empat tahun.

Baca Juga : Geger Penemuan Kerangka Manusia Dalam Pohon Aren, Polres Sergai Lakukan Autopsi Ungkap Identitas

Pelaksana Tugas Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Sergai, Iptu LB Manullang mengatakan, jika Aldi dan Rian saat itu sedang mengambil buah sawit di lokasi sekitar pukul 16.15 WIB. Lalu, keduanya menemukan pohon aren yang telah tumbang itu dan membongkarnya.

"Jadi pohon tersebut sudah mati sekitar empat tahun lalu, namun baru tumbang akibat angin kencang kurang lebih satu minggu lalu dan tampak retak. Dari retakan itu mereka terkejut terlihat ada tulang," ujar LB Manullang kepada Nusantaraterkini.co melalui saluran telepon, Rabu (10/9/2025).

Setelah berhasil membongkar tubuh pohon, mereka terkejut melihat tumpukan kerangka manusia. Kemudian, mereka melaporkannya.

Menerima laporan warga, Tim Inafis Polres Sergai dan Polsek Firdaus langsung menuju lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sejumlah barang yang diduga milik kerangka itu diamankan.

Baca Juga : Tiga Pemuda di Sergai Curi 21 Gram Emas Milik Tetangga Demi Isap Sabu

Selanjutnya, dia mengatakan jika saat ini kerangka tersebut telah dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk autopsi. Tujuannya untuk mengidentifikasi identitas serta melihat apakah terdapat unsur pidana dalam temuan itu.

"Kita juga belum tahu apakah tulang belulang ini merupakan korban pembunuhan atau bukan. Saat ini, kerangka tersebut di bawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi,” tuturnya.

“Kita tunggu hasil autopsi terlebih dahulu. Setelah itu baru dapat kita fakta kan terkait temuan ini,” sambungnya.

(cw7/nusantaraterkini.co)