nusantaraterkini.co, OSAKA – Jepang tengah menghadapi krisis demografi serius. Populasi menua dengan cepat, sementara angka kelahiran terus menurun dan generasi muda memilih menetap di kota besar. Akibatnya, banyak wilayah pedesaan di Negeri Sakura kini nyaris sepi dan kekurangan tenaga kerja usia produktif.
Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka, John Tjahjanto Boestami, menjelaskan bahwa situasi tersebut membuka peluang besar bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia.
“Jepang dikenal dengan usia harapan hidup yang tinggi dan tingkat urbanisasi yang sangat pesat. Hal ini membuat banyak daerah di luar kota besar menjadi kekurangan penduduk produktif,” ujarnya di Osaka, Selasa (11/11/2025).
Baca Juga : Pemerintah Dorong Perkuat Tata Kelola Program Pemagangan Indonesia-Jepang
Menurut John, kekosongan tenaga kerja di Jepang merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Negara itu kini membutuhkan banyak pekerja asing untuk menopang sektor industri dan layanan publik.
“Kalau kekosongan ini tidak diisi oleh tenaga kerja lokal, tentu Jepang akan membuka kesempatan bagi pekerja asing, termasuk dari Indonesia,” jelasnya.
Namun, ia menekankan bahwa bekerja di Jepang bukan sekadar mendapatkan pekerjaan, melainkan juga soal kesiapan mental, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja yang sangat ketat.
“Sepanjang kualifikasi dan mutu tenaga kerja kita baik, disiplin, dan patuh terhadap aturan yang berlaku, peluangnya besar. Apalagi budaya kerja di Jepang menuntut ketepatan dan tanggung jawab tinggi,” tambahnya.
John juga menyoroti pentingnya kemampuan berbahasa Jepang sebagai syarat utama. Dengan kemampuan komunikasi yang baik, tenaga kerja Indonesia dapat beradaptasi lebih cepat dan membangun hubungan kerja yang harmonis.
Pemerintah Indonesia sendiri, lanjutnya, terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah Jepang melalui Kementerian Ketenagakerjaan serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Berbagai program pelatihan dan sertifikasi digencarkan agar calon pekerja siap secara teknis maupun budaya.
“Pemerintah terus menyiapkan pelatihan dan mekanisme terbaik agar tenaga kerja kita siap bersaing dan menyesuaikan diri dengan standar kerja di Jepang,” ungkap John.
Dengan kesiapan keterampilan, disiplin, dan kemampuan bahasa, tenaga kerja Indonesia berpeluang besar menjadi bagian penting dalam mengisi kekosongan tenaga kerja di Jepang — sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua negara.
(Dra/nusantaraterkini.co)
