Krisis Energi Mengintai, WFH Dinilai Langkah Darurat Tekan Konsumsi BBM
Wacana pemerintah menghidupkan kembali kebijakan Work From Home (WFH) untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menuai sorotan.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Wacana pemerintah menghidupkan kembali kebijakan Work From Home (WFH) untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menuai sorotan.
Di satu sisi dinilai sebagai langkah efisiensi, namun di sisi lain muncul kekhawatiran bahwa kebijakan ini justru menjadi cara pemerintah meredam dampak krisis energi global tanpa menyentuh akar persoalan ketergantungan impor minyak.
Anggota Komisi XII DPR Sartono Hutomo menyebut langkah efisiensi melalui skema kerja fleksibel sebagai sinyal kebijakan yang cukup rasional di tengah ancaman lonjakan harga energi dunia akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, pendekatan penghematan konsumsi energi melalui pengaturan pola kerja dapat menjadi instrumen cepat yang tidak langsung membebani masyarakat.
“Efisiensi ini pendekatan yang rasional dan relatif tidak membebani masyarakat secara langsung,” kata Sartono, Selasa (17/3/2026).
Namun di balik dukungan tersebut, realitas ketergantungan energi Indonesia tetap menjadi masalah mendasar. Saat ini Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel minyak mentah per hari, kondisi yang membuat ekonomi nasional sangat rentan terhadap gejolak harga minyak global.
Sartono menilai fleksibilitas kerja seperti WFH atau pengaturan jam kerja adaptif bisa menjadi cara menekan mobilitas harian, khususnya di kota-kota besar yang konsumsi BBM-nya sangat tinggi. Dengan berkurangnya perjalanan harian pekerja, biaya transportasi rumah tangga juga dapat ditekan.
Namun ia mengingatkan pemerintah agar kebijakan ini tidak diterapkan secara serampangan. Industri yang bergantung pada sistem kerja penuh waktu berpotensi terkena dampak jika aktivitas ekonomi melambat akibat pembatasan mobilitas.
“Perlu pengaturan skema yang jelas agar sektor usaha yang bergantung pada kerja penuh waktu tidak terganggu perputaran ekonominya,” ujar legislator dapil Jatim VII ini.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran pemerintah mengkaji ulang sistem kerja aparatur negara dalam Sidang Kabinet Paripurna. Presiden secara khusus meminta disiapkan skenario penerapan kembali WFH hingga opsi pengurangan hari kerja.
Langkah tersebut disebut sebagai strategi menekan konsumsi BBM nasional sekaligus menjaga daya tahan APBN di tengah ketidakpastian harga energi global.
(LS/Nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
RELIGIRico Waas Serahkan Rekomendasi Rumah Ibadah dan Minta Jaga Kerukunan
Herman Saleh Harahap·3 menit yang lalu -
PENDIDIKANDishub Sumut Operasionalkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar
Herman Saleh Harahap·10 menit yang lalu -
SUMATERA TERKINIMenaker Dukung Penciptaan Lapangan Kerja Sektor Perikanan
Herman Saleh Harahap·20 menit yang lalu -
SUMSELOperasi Sikat I Musi, Polda Sumsel Ungkap Puluhan Kasus Kejahatan
Herman Saleh Harahap·28 menit yang lalu -
NEWSSeniman dan Politikus Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia
Herman Saleh Harahap·35 menit yang lalu -
PENDIDIKANNono Sampono: Kampus Harus Jadi Ruang Tumbuh Generasi Masa Depan Indonesia
Herman Saleh Harahap·46 menit yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Bantah Laporan BNPB Soal Karhutla Kalteng dan Kalbar Normal
Herman Saleh Harahap·50 menit yang lalu -
SUMSELHerman Deru Kaji Program Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumsel
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NASIONALKetua DPD Dorong Bali Jadi Pelopor Gerakan Pilah Sampah Nasional
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
POLITIKSyarat Pendidikan Gibran Digugat, Hensa Sebut Jawaban KPU Kunci MK
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan