Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Krisis Bahan Pangan, Keluarga Abu Awwad Terpaksa Giling Pakan Ternak sebagai Bahan Pangan

Abu Awwad pun terpaksa menggunakan penggilingan jerami dan pakan ternak untuk menggantikan tepung sebagai bahan pangan

Bagikan:
Krisis Bahan Pangan, Keluarga Abu Awwad Terpaksa Giling Pakan Ternak sebagai Bahan Pangan
A A

 - tengah mengalami krisis bahan pangan. Salah satu keluarga pengungsi di wilayah utara Gaza, , terpaksa menggunakan untuk mengganti tepung sebagai bahan makanan demi bertahan hidup.

Melansir dari laporan The New York Times, Um Mohammad Abu Awwad mengaku bahwa keluarganya yang mengungsi di wilayah utara , sama berminggu-minggu tidak menemukan sejumlah tepung untuk dibeli dan dikonsumsi.

Jikalau pun tersedia beberapa tepung, menurutnya, harganya sangat mahal. Satu kantong atau tas berisi tepung dibanderol sekitar US$200 atau sekitar Rp3,12 juta (asumsi kurs Rp15.611/US$). 

Harga itu lantas dinilai sangat mustahil bagi keluarga Abu Awwad lantaran mereka tidak memiliki penghasilan di tengah-tengah agresi militer .

"Kami membutuhkan makanan dan air untuk menjaga anak-anak kami agar tetap hidup," kata Abu Awwad, dikutip Minggu, (10/2/2024).

Abu Awwad pun terpaksa menggunakan penggilingan jerami dan untuk menggantikan tepung sebagai bahan pangan. Namun, ia turut mengatakan bahwa pakan ternak turut menjadi lebih mahal.

"Orang dewasa bisa bertahan hidup, tapi anak-anak sekarat karena kelaparan," imbuhnya.

Sebelumnya, World Food Programme (WFP) dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah memperingatkan bahwa kelaparan tengah mengancam lebih dari setengah juta orang di Gaza. 

Pada Januari lalu, WFP memperingatkan bahwa seluruh penduduk Gaza, yakni sekitar 2,2 juta orang menderita atau lebih buruk lagi.

Pada akhir Desember, badan tersebut mengatakan bahwa sembilan dari 10 orang makan kurang dari satu kali sehari. Lalu, situasinya memburuk saat tim bantuan tengah berjuang untuk menyalurkan sedikit bantuan yang masuk ke Gaza.

"Jika Anda ingin menghindari kelaparan, Anda perlu memastikan bahwa masyarakat memiliki makanan setiap hari," kata Direktur W.F.P. untuk wilayah , Matthew Hollingworth.

Saat ini, lembaga-lembaga tersebut tengah menghadapi kendala dalam mendistribusikan bantuan yang masuk ke Gaza, termasuk jalan-jalan yang tidak dapat dilalui akibat pemboman dan operasi militer .

Namun, W.F.P. mengatakan pada Januari lalu, mereka telah mengirimkan sekotak ransum 10 hari, tepung terigu, dan makanan hangat kepada sekitar 1,3 juta orang.

Dilaporkan, hampir 300 ribu orang Di Gaza utara yang dinilai paling membutuhkan bantuan "hampir seluruhnya tidak mendapat bantuan".

Menurut data terbaru, Al Jazeera melaporkan bahwa setidaknya 28.064 orang tewas dan 67.611 luka-luka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu. Sementara itu, jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas mencapai 1.139 orang.

(Ann/)

Sumber: CNNIndonesia.com

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru