Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Komisi X DPR Dorong Peningkatan Anggaran Pendidikan di Wilayah Indonesia Timur

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Lalu Hardian Irfani (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Akses dan fasilitas serta infrastruktur pendidikan di wilayah Indonesia Timur, seperti Maluku, membutuhkan banyak pembenahan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, rata-rata lama sekolah masyarakat di Provinsi Maluku masih di bawah 10 tahun.

Baca Juga : DPR Tegaskan Reformasi Polri Mengikat, Kapolri Paparkan Arah Transformasi Digital dan Posisi Polri di Bawah Presiden

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mendorong peningkatan anggaran pendidikan di Indonesia Timur, khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

Baca Juga : DPR dan Pemerintah Pastikan Pilpres Tetap Langsung, RUU Pilkada Tak Masuk Prolegnas 2026

“Untuk Daerah 3T, kami berikan prioritas dari sisi penganggaran dan dari sisi program. Memang Daerah 3T ini menjadi konsen Pemerintahan Pak Prabowo, baik pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi," ujarnya, Selasa (10/12/2023).

Pernyataan itu disampaikan politikus PKB itu setelah turun ke sejumlah sekolah di wilayah Indonesia, termasuk Maluku dalam rangka Reses Masa Persidangan Tahun Sidang 2024-2025.

Baca Juga : Tergolong Daerah 3T, Nias Prioritas Implementasi Program PUBG

Hadrian mengatakan, pihaknya juga mendorong penambahan beasiswa seperti KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan BIP (Beasiswa Indonesia Pintar Kuliah).

Baca Juga : Komdigi Dinilai Bisa jadikan Starlink Solusi Internet di Daerah 3T

"Program ini bertujuan, untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih,” urainya.

Disisi lain, Hadrian juga berharap Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Provinsi dapat terus bersinergi dengan DPR RI dan Pemerintah Pusat untuk merumuskan formula terbaik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Maluku.

Baca Juga : TNI AD Gotong Royong Bersihkan Ulang Lumpur Akibat Banjir di SDN Tapteng

”Semua upaya tersebut dilakukan secara terukur untuk merumuskan formula terbaik dalam meningkatkan mutu pendidikan sehingga masyarakat bisa segera menikmati pendidikan yang berkualitas secara merata di seluruh Indonesia,” lanjutnya.

Baca Juga : Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Resmikan Sekolah SPPG 2 Kemala Bhayangkari

Selain itu, Hadrian juga menyampaikan bahwa masalah kekurangan tenaga pengajar di daerah 3T di Indonesia hingga kini belum menemukan solusi yang tepat.

“Kami mendorong pemerintah agar dalam upaya pemerataan guru, wilayah 3T, termasuk Maluku yang sangat kekurangan tenaga pengajar, mendapat perhatian khusus,” ucap legislator dapil NTB ini.

Menurutnya, ada beberapa langkah yang dapat diambil oleh pemerintah untuk mendistribusikan guru secara merata ke wilayah tersebut. Salah satunya dengan menetapkan kebijakan mengenai skema transfer guru, yaitu mengirimkan guru dari daerah yang memiliki kelebihan tenaga pengajar ke daerah yang kekurangan.

Langkah tersebut diperlukan dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing di masa depan.

(cw1/Nusantaraterkini.co)