Sederet Polemik Program MBG, Prabowo Diminta Evaluasi Anggaran Rp335 Triliun di 2026
Program MBG menuai polemik. Presiden Prabowo diminta mengevaluasi anggaran Rp335 triliun pada 2026 agar lebih transparan dan inklusif.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Program makan bergizi gratis (MBG) dalam setahun pertama pelaksanaannya melahirkan sejumlah polemik. Selain standar menunya yang berbeda di sejumlah daerah, kegagalan distribusi, isu keracunan, hingga soal transparansi pemerintah dalam pemilihan vendor dan anggarannya.
Belakangan ini pun pemerintah dikritik lantaran tetap memberikan MBG pada masa libur sekolah. Kebijakan ini dipandang tidak efisien dan memboroskan anggaran.
Ekonom senior dari Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi menyebut pemerintah menaruh perhatian pada pelaksanaan MBG termasuk kontroversi yang menyelimutinya.
Baca Juga : BGN Didesak Terus Evaluasi Dapur MBG yang Belum Memenuhi Standar
“Yang paling penting adalah kendali institusional. Jadi dalam konteks ini Pak Presiden selalu melihat dan mengevaluasi lebih dulu apa yang perlu diperbaiki,” kata Fithra, Rabu (31/12/2025).
Salah satu upaya yang sudah dilakukan pemerintah adalah menerapkan sertifikasi pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menambah dapur-dapur mulai pertengahan 2025.
Langkah itu diambil sebagai jawaban atas kritik masyarakat yang ingin menu MBG lebih steril dan segar, mengikuti model dapur sekolah yang ada di Jepang. Sampai Maret 2025, tercatat ada 726 SPPG di 38 provinsi yang melayani 2,5 juta penerima manfaat.
Pemerintah menargetkan jumlahnya akan bertambah hingga 32 ribu SPPG agar bisa
menjangkau lebih banyak siswa.
Fithra menyebut, pemerintah juga menimbang masukan soal aturan yang bisa membatasi pengelolaan SPPG agar tidak dikuasai satu orang atau kelompok saja. Seperti diketahui, masyarakat sempat dikagetkan oleh kabar adanya anak anggota DPRD Sulawesi Selatan,
Yasir Machmud, yang memiliki 41 dapur SPPG untuk MBG. Walau Badan Gizi Nasional sudah membatasi satu yayasan hanya bisa memiliki 10 SPPG per provinsi, tapi aturan ini masih punya celah untuk dimasuki.
“Dalam beberapa kesempatan, Pak Presiden sangat mempertimbangkan bagaimana kue-kue ekonomi ini tidak hanya digunakan atau dikuasai oleh sekelompok orang,” ujarnya.
Karena itulah ia kembali menekankan soal evaluasi setahun berjalannya MBG, termasuk soal anggarannya. Tahun ini, anggaran MBG Rp171 triliun ternyata baru terpakai Rp71 triliun.
“Nah untuk tahun depan, anggaran Rp335 triliun itu juga tentunya akan selalu dievaluasi.
Baca Juga : MBG Tetap Berjalan Saat Libur Sekolah, Pengamat: Uang Pajak Masyarakat Tak Digunakan dengan Baik
"Apakah terjadi penumpukan di satu kelas saja, atau adakah faktor-faktor yang lebih inklusif sebagaimana cita-cita dari Pak Presiden di awal,” tegasnya.
(Cw1/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KESEHATANSiaga Influenza A, RSUD dr Pirngadi Medan Perketat Skrining dan Surveilans
Rozie Winata·33 menit yang lalu -
E-SportTimnas MLBB Indonesia Bantai Arab Saudi 2-0, Tantang Filipina di Playoff Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SUMUTPenerimaan Zakat Triwulan III Baznas Sumut Naik Rp5 Miliar
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KRIMINALDugaan Kekerasan Seksual, Seorang IRT Laporkan Oknum Polres Tapteng
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
-
KESEHATANHerman Deru Resmikan Program Pelita Sumsel, Warga Gratis Operasi Mata
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
NEWSKepergian Wulansari Berawal dari Tawaran Kerja Kenalan di Facebook
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
NEWSPesan Luhut ke Prajurit TNI: Jaga Loyalitas Kepada Presiden
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
-
SUMATERA TERKINIPerbaikan Jalan Suka Makmur–Alue Ie Itam Mulai Dikerjakan
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan