Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Istana Tepis Pergeseran Pj Gubernur Sumut, Sumsel, dan NTB untuk Cawe-cawe Pilkada 2024

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin (kanan)./net

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kantor Staf Kepresidenan (KSP) angkat bicara perihal pergantian Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Selatan (Sumsel), dan Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin membantah adanya agenda politik terkait Pilkada Serentak 2024 di balik pergantian tersebut.

"Jangan ada orang kaitkan dengan politik, itu normal biasa, kerja pemerintahan," kata Ngabalin kepada detikBali via telepon pada Sabtu (22/6/2024) melansir detik.com.

Baca Juga : Dorong Percepatan Realisasi Program 3 Juta Rumah, Pj Gubernur Surati Bupati dan Walikota se-Sumut

Menurut Ngabalin, proses pergantian yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri merupakan bagian dari upaya manajemen tata kelola birokrasi.

"Kami dari Kantor Staf Presiden harus menjelaskan kepada teman-teman dan bisa disebarkan sehingga tidak terjadi stagnansi dalam provinsi. Itu hal yang biasa dan benar-benar soal manajemen yang di departemen dalam negeri ingin menyampaikan ini sebagai bagian dari cara kerja di Kemendagri," paparnya.

Ngabalin telah berkomunikasi secara langsung dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian perihal pergantian tersebut. Menurutnya, pergantian Pj Gubernur NTB tersebut dilakukan lantaran Kemendagri berpandangan perlu adanya rotasi lantaran sejumlah Pj Gubernur akan maju di Pilkada Serentak 2024.

Baca Juga : Pj Gubsu Agus Fatoni Apresiasi Keberhasilan Sumut Taklukkan Tiga Agenda Besar Nasional 2024

"Saya berkesempatan berkomunikasi dengan Mendagri. Beliau menyampaikan seperti itu," terangnya.

"Pada prinsipnya memamg departemen dalam negeri harus melakukan mutasi, rotasi karena ada beberapa pejabat gubernurmau maju jadi calon gubernur, makanya memang harus dirotasi, terjadi pergantian pejabat," ujarnya. (*)