Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kegiatan intensifikasi dan integrasi pelayanan KBKR di wilayah perbatasan Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) di Kantor Camat Muarasipongi, Kabupaten Mandailing Natal, berlangsung meriah dan penuh antusiasme, Senin (9/9/2024).
Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan keluarga berkualitas.
Baca Juga : Kemendukbangga/BKKBN Sumut Perkuat Pelayanan KBKR Terintegrasi di Kabupaten Tapanuli Tengah
Ia juga berterima kasih atas dukungan semua pihak dalam menyukseskan acara, dengan target pelayanan KB mencapai 100 akseptor KB MKJP.
Baca Juga : Perbatasan Ditutup, Ribuan Pasien Gaza Terjebak Tanpa Akses Pengobatan di Luar Negeri
Dia mengingatkan pentingnya menghindari perilaku "4 Terlalu" (terlalu tua, terlalu muda, terlalu banyak anak, dan terlalu singkat jarak kelahiran).
Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Munawar Ibrahim menekankan bahwa layanan KB di perbatasan bertujuan untuk menurunkan Total Fertility Rate (TFR), mencegah stunting, dan mengurangi angka kemiskinan.
Baca Juga : Thailand-Kamboja Setujui Rencana Akhiri Konflik: Tapi Masih Saling Serang
Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Fatmawati juga berterima kasih atas fasilitasi dari Pemkab Mandailing Natal dan Dinas KB setempat.
Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan capaian MCPR (Modern Contraceptive Prevalence Rate), yang saat ini masih di angka 56%, dan menurunkan TFR ke target nasional 2,1 anak per perempuan.
(zie/Nusantaraterkini.co)
