Thailand-Kamboja Setujui Rencana Akhiri Konflik: Tapi Masih Saling Serang
Thailand dan Kamboja telah menyetujui rencana gencatan senjata. Tapi, rentetan tembakan artileri masih terdengar dari kedua belah pihak dalam konflik
nusantaraterkini.co, MEDAN - Thailand dan Kamboja telah menyetujui rencana gencatan senjata. Tapi, rentetan tembakan artileri masih terdengar dari kedua belah pihak dalam konflik perbatasan yang telah memasuki hari keempat.
Baku tembak ini merupakan yang kedua kalinya terjadi tahun ini, setelah kembali pecah pada Kamis (24/7/2025).
Mengutip AFP, Minggu (27/7/2025), ledakan artileri terjadi pada pagi hari di dekat dua kuil kuno yang telah lama diperebutkan di wilayah perbatasan antara Kamboja utara dan Thailand timur laut. Lokasi tersebut menjadi titik pertempuran paling sengit.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, menyebut pasukan Thailand mulai menyerang daerah sekitar kuil pada pukul 04.50 waktu setempat.
Sementara itu, dari pihak Thailand, Wakil Juru Bicara Angkatan Darat Thailand, Ritcha Suksuwanon, mengatakan pasukan Kamboja menembakkan artileri sekitar pukul 04.00 saat kedua belah pihak memperebutkan posisi strategis.
Sebelumnya, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menyatakan negaranya "menyetujui usulan gencatan senjata segera dan tanpa syarat antara kedua angkatan bersenjata".
Ia menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Kamboja, Prak Sokhonn, akan berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, untuk berkoordinasi dengan pihak Thailand. Namun, Hun Manet memperingatkan Bangkok agar tidak mengingkari perjanjian yang telah disepakati.
Perdana Menteri Kamboja yang ditunjuk Hun Manet (tengah) tiba untuk menghadiri pertemuan parlemen di gedung Majelis Nasional di Phnom Penh pada 22 Agustus 2023. Foto: Tang Chhin Sothy / AFP
Kedua negara sepakat dengan rencana gencatan senjata setelah menerima panggilan telepon dari Presiden AS Donald Trump.
Penjabat Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, menyebut pihaknya pada prinsipnya setuju untuk melakukan gencatan senjata dan memulai perundingan "sesegera mungkin". Meskipun, ia mengingatkan bahwa Kamboja harus menunjukkan "niat tulus" untuk mewujudkan perdamaian.
Perselisihan perbatasan yang telah berlangsung lama itu memanas pekan ini. Jet tempur, tank, dan pasukan darat terlibat pertempuran di wilayah perbatasan pedesaan yang ditandai dengan perbukitan, hutan liar, serta lahan pertanian karet dan padi milik warga.
Thailand melaporkan tujuh tentaranya dan 13 warga sipil tewas, sementara Kamboja mengonfirmasi delapan kematian warga sipil dan lima tentaranya. Konflik ini memaksa lebih dari 138.000 orang dievakuasi dari wilayah perbatasan Thailand, dan 80.000 orang lainnya mengungsi dari rumah mereka di Kamboja.
Setelah pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada Jumat di New York, Duta Besar Kamboja untuk PBB, Chhea Keo, menyatakan negaranya menginginkan "gencatan senjata segera" dan penyelesaian sengketa secara damai.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga mendesak kedua pihak pada Sabtu untuk "segera menyetujui gencatan senjata" dan memulai perundingan guna menemukan solusi jangka panjang.
"Sekretaris Jenderal mengutuk hilangnya nyawa yang tragis dan tidak perlu, luka-luka yang dialami warga sipil, serta kerusakan pada rumah dan infrastruktur di kedua belah pihak," kata Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq, dalam sebuah pernyataan.
Kedua pihak saling menuduh sebagai pihak yang lebih dulu melepaskan tembakan. Kamboja menuduh Thailand menggunakan bom curah, sementara Thailand menuding Kamboja menargetkan infrastruktur sipil, termasuk sebuah rumah sakit yang ikut terkena serangan.
Pertempuran ini menandai eskalasi besar dalam perselisihan panjang kedua negara tetangga terkait perbatasan sepanjang 800 kilometer, di mana puluhan kilometer wilayah masih diperebutkan.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Sumber: kumparan
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSDirjenpas Buka-bukaan soal Foto Jimmy Masrin dan Bangunan Mirip Kontainer di Lapas Cibinong
hendra·15 menit yang lalu -
KRIMINALSatresnarkoba Polres Binjai Tangkap 4 Terduga Pengedar, Sita Sabu dan 7 Butir Ekstasi
hendra·40 menit yang lalu -
NASIONALMuseum Bing Slamet Resmi Dibuka, Bang Azran: Merawat Warisan Maestro untuk Generasi Muda
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumut Sikat 485 Tersangka Curat dan Curas dalam Dua Pekan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
POLITIKKelakar Bobby Nasution ke Maba di UMSU: Banyak-banyak Foto Pas Kuliah, Biar Ada Bukti Ijazah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Raih Apresiasi Kakorbinmas Baharkam Polri Berkat Capaian Gerakan Pangan Murah dan Satkamling
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIAwal Pekan Loyo, Harga Emas Antam Jatuh ke Rp2.597.000 Per Gram
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
POLITIKTolak Wacana Diusung 2 Fraksi di Pilpres 2029, Fernando Emas: Jangan Akali Aturan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
EKONOMIRupiah Dibuka Melemah ke Rp17.920 per Dolar AS, Pasar Cermati Data Inflasi
hendra·4 jam yang lalu -
NASIONALASN Meninggal Saat Latsarmil Komcad, TB Hasanuddin Desak Evaluasi Total SOP Kemenhan
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan