Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ijeck Tersingkir dari Bursa Ketua Golkar Sumut, Ahmad Doli: Tak ada Izin Rangkap Jabatan

Editor:  hendra
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Musa Rajekshah, yang akrab disapa Ijeck. (Foto: Istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Partai Golkar memastikan Musa Rajekshah, yang akrab disapa Ijeck, tidak dapat kembali mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Golkar Sumatera Utara dalam Musyawarah Daerah (Musda) mendatang.

Hal tersebut, merupakan keputusan murni berdasarkan aturan organisasi yang melarang rangkap jabatan.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, mengatakan Ijeck saat ini tengah dipersiapkan untuk mengemban penugasan di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.

Baca Juga : Musda Golkar Sumut XI Sebentar Lagi, Berikut Susunan Panitianya

Kondisi tersebut, menurutnya, secara otomatis menutup peluang Ijeck kembali maju di tingkat provinsi.

“Pak Ijeck akan ditugaskan ke DPP. Dengan kondisi itu, secara organisasi tidak ada ruang bagi beliau untuk kembali maju di daerah,” ujar Doli saat dihubungi, Selasa (6/1/2026).

Doli menegaskan, aturan internal partai tidak memberi ruang kompromi terkait larangan rangkap jabatan struktural.

Baca Juga : Resmi! Musda Golkar Sumut Digelar Akhir Januari, Duel Hendri Yanto vs Andar Amin Memanas

Pernyataan ini sekaligus mengakhiri spekulasi yang sebelumnya berkembang di internal Golkar Sumut mengenai kemungkinan kembalinya Ijeck dalam kontestasi Musda.

Terkait jadwal Musda Golkar Sumut, Doli mengatakan pihaknya masih menunggu arahan resmi dari DPP. Namun ia memastikan proses penjaringan calon ketua akan dibuka bagi seluruh kader yang memenuhi persyaratan organisasi.

“Siapa pun kader yang merasa memenuhi syarat dipersilakan mendaftar. Golkar membuka ruang kompetisi secara terbuka,” kata Doli.

Baca Juga : Tugas Pertama Ahmad Doli Kurnia usai Gantikan Ijeck, Benahi Internal dan Siapkan Musda

Meski demikian, ia mengakui dinamika internal partai menjelang Musda kerap bersifat cair. Berdasarkan pengalamannya, figur calon ketua sering kali muncul menjelang hari pelaksanaan.

“Dalam banyak Musda, nama-nama calon justru muncul di saat-saat terakhir,” ujarnya.

Doli juga mengimbau seluruh kader Golkar di Sumatera Utara menjaga soliditas partai dan memastikan Musda berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Baca Juga : Ijeck Dicopot dari Ketua Golkar Sumut, Pengamat: Keputusan Bahlil Bisa Rugikan Partai di 2029

“Musda harus menjadi proses demokratis, bukan ajang tarik-menarik kepentingan,” katanya.

Sebelumnya, DPP Golkar menunjuk Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sumut.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPP Golkar Nomor Skep-132/DPP/GOLKAR/XII/2025 yang ditandatangani Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji pada 14 Desember 2025.

Dalam surat keputusan tersebut, Doli ditugaskan memimpin Golkar Sumut hingga Musda digelar untuk memilih ketua definitif.

(Cw7/Nusantaraterkini.co).