Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Naik 87,334 Poin ke Level 7.571,671 di Perdagangan Sesi Pertama Jumat (1/8/2025) Siang Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 87,334 poin atau 1,17% ke level 7.571,671 di pasar spot.

Bagikan:
Penguatan IHSG disokong sebagian besar indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Barang Baku yang melonjak 2,91% di sesi pertama hari ini.
Penguatan IHSG disokong sebagian besar indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Barang Baku yang melonjak 2,91% di sesi pertama hari ini.
A A

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan sesi pertama hari ini. Jumat (1/8/2025) Indeks Harga Saham Gabungan () menguat 87,334 poin atau 1,17% ke level 7.571,671 di pasar spot.

Baca Juga : IHSG Menguat 0,94% ke Level 7.614,76 di Akhir Perdagangan Senin (28/7/2025)

Penguatan disokong sebagian besar indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Barang Baku yang melonjak 2,91% di sesi pertama hari ini.

Selanjutnya, IDX Sektor Infrastruktur melonjak 2,91%, IDX Sektor Properti dan Real Estate naik 1,07% dan IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer naik 0,91%.

Baca Juga : Analisis Pasar: IHSG Ditaksir Bergerak Berfluktuatif Cenderung Melemah

Berikutnya, IDX Sektor Teknologi naik 0,88%, IDX Sektor Transportasi dan Logistik naik 0,68%, IDX Sektor Barang Konsumen Primer naik 0,62%.

Lalu ada IDX Sektor Energi yang menguat 0,43% dan IDX Sektor Keuangan yang menguat tipis 0,01%.

Sementara itu, IDX Sektor Kesehatan menjadi sektor dengan pelemahan terdalam di sesi pertama setelah turun 0,64%. Diikuti, IDX Sektor Perindustrian yang melemah 0,29%.

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways dan Bakal Terkoreksi

Total volume transaksi bursa mencapai 15,53 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 6,96 triliun. Sebanyak 363 saham naik harga, 233 turun harga dan 199 flat.

Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari:

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik 5,95%

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 5,31%

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) naik 5,21%

Top losers LQ45 pagi ini adalah:

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turun 1,56%

PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) turun 1,45%

PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) turun 1,01%

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Masih Melemah Seiring The Fed yang hawkish

Pada perdagangan kemarin nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan rupiah dipicu tekanan eksternal akibat arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.

Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot pada perdagangan Kamis (31/7) ditutup di level Rp 16.456 per dolar AS, melemah 0,31% dari hari sebelumnya.

Di sisi lain, BI justru menurunkan suku bunga sebesar 25 bps dalam Rapat Dewan Gubernur Juli 2025 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. 

"Ini memperlebar gap suku bunga dengan AS dan membuat rupiah kurang menarik di mata investor asing," tambah Sutopo.

"Selisih suku bunga yang melebar menyebabkan capital outflow, sehingga menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah," lanjut Sutopo.

Untuk Jumat (1/8), rupiah diprediksi masih melemah seiring The Fed yang hawkish (menaikkan/mempertahankan suku bunga) dan BI yang cenderung dovish (menurunkan suku bunga).

Sutopo menaksir rupiah Jumat (1/8) berada di kisaran Rp 16.500 - Rp 16.600

Tags: #IHSG
Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru