IHSG Menguat 0,94% ke Level 7.614,76 di Akhir Perdagangan Senin (28/7/2025)
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG menguat 0,94% atau bertambah 71,26 poin ke level 7.614,76 di pasar spot.
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada penutupan perdagangan Senin (28/7/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli di hari keempat berturut-turut di perdagangan awal pekan ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG menguat 0,94% atau bertambah 71,26 poin ke level 7.614,76 di pasar spot.
Kenaikan IHSG ditopang sepuluh dari 11 indeks sektoral di BEI. Sektor yang naik paling tinggi antara lain infrastruktur 2,61%, barang baku 2,25%, energi 1,36%, barang konsumer non primer 1,32%, properti dan real estate 1,12%, transportasi 1,02% dan perindustrian 0,35%.
Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 28,55 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 16,72 triliun.
Ada 363 saham yang menguat, 244 saham yang melemah dan 199 saham yang stagnan.
Top gainers di LQ45 adalah:
1. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk ((INKP) 11,48% ke Rp 6.800 per saham
2. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 9,28% ke Rp 2.590 per saham
3. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) 6,45% ke Rp 1.320 per saham
Top losers di LQ45 adalah:
1. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) 3,08% ke Rp 10.225 per saham
2. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) 3,02% ke Rp 1.125 per saham
3. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) 2,36% ke Rp 620 per saham
IHSG Menguat 102,89 Poin ke Level 7.646,39 di Perdagangan Sesi I Senin (28/7/2025)
Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin (28/7/2025) Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 102,89 poin atau 1,36% ke 7.646,39 di pasar spot.
Sebanyak 359 saham naik, 216 saham turun dan 226 saham stagnan.
Dari 11 indeks sektoral, sebanyak 10 indeks sektoral menguat dan menopang kenaikan IHSG.
Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor keuangan yang naik 2,90%, sektor infrastruktur yang naik 2,39% dan sektor barang baku yang naik 1,59%.
Sedangkan satu indeks sektoral yakni sektor kesehatan tergelincir ke zona merah dan melemah 0,17%.
Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 19,81 miliar saham dengan total nilai Rp 10,84 triliun.
Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:
1. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) (6,97%)
2. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) (6,45%)
3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) (5,91%)
Top losers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:
1. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) (-2,36%)
2. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) (-1,42%)
3. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) (-0,95%)
Analis Pasar: IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways Hari Ini
Pada perdagangan Jumat (25/7/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam tren bullish atau menguat 0,17% ke level 7.543. Selama sepekan, IHSG melaju 3,17%.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, IHSG menguat pada Jumat (25/7/2025) bisa berakhir menguat setelah bergerak fluktuatif di antara teritori positif dan negatif.
Padahal, mayoritas indeks bursa Asia ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan ini.
Sebut saja indeks Nikei Jepang yang melemah 0,88% ke level 41.456. Indeks Topix Jepang juga melorot 0,86% ke 2.951.
Kemudian Shanghai Composite Index, juga ditutup melemah 0,33% ke 3.593, indeks Shenzhen Component juga ikut terkoreksi 0,22% ke 11.168, dan indeks CSI300 China juga melemah 0,53% ke 4.127.
Sejalan, indeks Hang Seng ambles 1,09% ke 25.388. Disusul index Taiex, dengan penurunan 0,04% ke 23.364 pada hari ini. Indeks ASX200, pun ikut turun 0,49% ke 8.666.
Sementara itu, indeks Korea Selatan, Kospi (Korsel) malah menghijau dengan kenaikan 0,18% ke 3.196 di akhir perdagangan Jumat.
Menurut Alrich, pelemahan bursa Asia ini terjadi karena memanasnya konflik antara Thailand dan Kamboja.
Asal tahu saja, konflik antara Thailand dan Kamboja merupakan eskalasi dari sengketa perbatasan yang sudah berlangsung lama, yang melibatkan bentrokan bersenjata di wilayah perbatasan kedua negara, terutama di sekitar kompleks Kuil Preah Vihear.
"Ini dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap perekonomian kedua negara itu yang bergantung dari pariwisata," ujar Alrich
Ditopang Saham Emiten Prajogo Pangestu
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, dalam sepekan ini IHSG terpengaruh oleh sejumlah sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri.
Dari luar, pemerintah Amerika Serikat telah merilis kerangka negosiasi tarif dagang terhadap Indonesia.
Tak lama dari itu, AS juga mencapai kesepakatan awal dengan Jepang terkait penyesuaian tarif perdagangan sebesar 15%.
Kedua perkembangan ini kata Herditya turut menopang optimisme pasar dan berdampak pada penguatan bursa saham regional Asia pekan ini.
Selain itu, aliran dana asing yang kembali masuk ke pasar modal Indonesia juga kata Herditya turut menjadi pendorong penguatan IHSG. Tercatat, terjadi net buy asing sebesar Rp 300 miliar pada perdagangan hari ini.
Dari sisi domestik, penguatan indeks juga masih didorong oleh kenaikan harga saham emiten-emiten konglomerasi milik Prajogo Pangestu, serta saham-saham sektor perbankan yang menunjukkan tanda-tanda rebound.
Adapun secara teknikal, indikator Stochastic RSI kata Alrich membentuk golden cross di area overbought dan MACD kata dia masih menunjukkan minat beli.
Candlestick IHSG juga telah membentuk pola Doji dengan volume yang relatif lebih rendah.
Dari sini, Alrich bilang hal tersebut mengindikasikan terjadinya konsolidasi.
Sehingga IHSG pada pekan depan diperkirakan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada kisaran level support 7.450 dan resistance 7.650.
Sementara itu, Herditya menebak, IHSG akan rawan terkoreksi di pekan depan, dengan area pergerakannya di rentang support 7.432 dan resistance 7.568.
(wiwin/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELDiselimuti Asap Karhutla, Kualitas Udara Palembang Kembali Masuk Zona Merah
Rozie Winata·3 menit yang lalu -
NASIONALNanan Desak Investigasi Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Dibuka Transparan
Rozie Winata·24 menit yang lalu -
KRIMINALDirektur Reskrimum Ungkap Alasan Panggil Ketua DPRD Sumut Terkait Kasus Dhody Thahir
Rozie Winata·36 menit yang lalu -
KRIMINAL24 Warga Humbahas Terancam 7 Tahun Bui Akibat Perusakan Rumah
Rozie Winata·45 menit yang lalu -
SUMUTJaga Kondusifitas dan Keamanan, PN Sibolga Tunda Eksekusi Perkara Perdata
Rozie Winata·55 menit yang lalu -
SUMSELProgres Tol Betung-Jambi Seksi 1A Tembus 69 Persen, HKI Genjot Percepatan Konstruksi
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIKasus Peretasan US$351,6 juta di Bitget, Pengamat Kripto: Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp15 Ribu Menjadi Rp2.590.000 Per Gram, Cek Lengkapnya
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWSBP BUMN Salurkan Tali Asih untuk Keluarga Jurnalis dan ABK Arupadatu I
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Dorong KAI Tambah Armada KRL Jabodetabek
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan