Analisis Pasar: IHSG Ditaksir Bergerak Berfluktuatif Cenderung Melemah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,94% ke level 7.614 di akhir perdagangan Senin (28/7/2025). Namun, kondisinya diperkirakan akan berbalik a
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Berdasarkan perdagangan Selasa (29/7/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,94% ke level 7.614 di akhir perdagangan Senin (28/7/2025). Namun, kondisinya diperkirakan akan berbalik arah di pasar spot.
Baca Juga : IHSG Ditutup Menguat Bertambah 61,67 Poin ke level 7.530,90 di Akhir di Perdagangan Kamis (24/7/2025)
Menanggapi hal tersebut, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, penguatan IHSG hari ini dipengaruhi oleh pergerakan bursa global dan mayoritas bursa Asia.
“Di sisi lain, penguatan IHSG juga dipengaruhi oleh adanya rilis laporan keuangan semester I 2025 dan juga sempat didorong oleh sektor financial serta infrastruktur,” ujar Herditya.
Baca Juga : IHSG Dibuka Menguat 35,25 Poin ke Level 7,380,45 di Perdagangan Rabu (23/7/2025) Pagi Ini
Melansir data Stockbit, sektor keuangan telah menguat 0,28% di perdagangan hari ini, begitu pula sektor infrastruktur yang melesat 2,61%.
Untuk perdagangan hari ini, Selasa (29/7/2025), Herditya menaksir IHSG akan rawan terkoreksi dengan support 7.517 dan resistance 7.744.
Setali tiga uang, VP Marketing, Strategy, and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi pun melihat, hari ini IHSG ditaksir bergerak fluktuatif cenderung melemah dalam rentang support 7.540 dan resistance 7.70Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Terkoreksi akan Dibayangi Aksi Profit Taking0. Indikator RSI kata dia menunjukkan masuk dalam area overbought.
Sentimennya menurut Audi, pasar akan dipengaruhi oleh penantian rilis kinerja semester I 2025 masing-masing emiten, terlebih jika berada di bawah ekspektasi pasar yang akan cenderung memberikan dampak negatif.
Selain itu, pasar juga tengah mengantisipasi keputusan arah suku bunga acuan bank sentral AS, The Fed, yang diperkirakan stagnan di angka 4,5%.
"Jika outlook pada speech lebih dovish, maka dapat menjadi sentimen positif untuk pasar saham," imbuh Audi.
Dengan begitu, rekomendasi Audi jatuh pada PT AKR Korporindo Tbk (AKRA) dengan level support Rp 1.250 dan resistance Rp 1.480; saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) di rentang support Rp 8.000 dan resistance Rp 8.850.
Sementara itu, Herditya menyarankan investor untuk mengincar saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan level support Rp 1.320 dan resistance Rp 1.390;
Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) pada rentang support Rp 4.000 dan resistance Rp 4.110;
Saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) di area support Rp 2.190 dan resistance Rp 2.250.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIKasus Peretasan US$351,6 juta di Bitget, Pengamat Kripto: Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital
Rozie Winata·20 menit yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp15 Ribu Menjadi Rp2.590.000 Per Gram, Cek Lengkapnya
Rozie Winata·33 menit yang lalu -
NEWSBP BUMN Salurkan Tali Asih untuk Keluarga Jurnalis dan ABK Arupadatu I
Herman Saleh Harahap·36 menit yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Dorong KAI Tambah Armada KRL Jabodetabek
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMSELTNI dan Pemko Palembang Gelar Gotong Royong Bersihkan Aliran Sungai Sekanak
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEODasco Minta Komisi III Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
-
NEWSPolri Perkuat Tata Kelola Institusi Lewat Buku Police Governance
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SUMSELAtasi Kemacetan, Pemko Palembang Bakal Tertibkan Pasar Tradisional
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PERISTIWAKebakaran di Padangsidimpuan Hanguskan 9 Rumah, 1 Meninggal Dunia
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan