Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Melalui hasil pemantauan rukyatul hilal di Markas Observasi Helipad Hotel Aryaduta Palembang menyebut jika posisi hilal pada, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 17.20 WIB masih berada di bawah ufuk.
Karenanya, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Selatan (Sumsel) menyampaikan, 1 Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Kamis (19/2/2026).
Baca Juga : Arab Saudi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026, Indonesia Selisih Sehari
Berdasarkan hasil pengamatan teknis, matahari terbenam pada pukul 18.21 WIB, sementara hilal terpantau berada pada ketinggian minus 1 derajat 14 menit 5 detik dengan sudut elongasi 1,19 derajat.
Baca Juga : Resmi! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026
Kondisi hilal yang berada di bawah ufuk ini secara syariat mengharuskan bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
Dari pantauan Nusantaraterkini.co, Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan menyampaikan, jika pemantauan ini dilakukan sesuai instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI bersama instansi terkait, termasuk MUI dan tokoh lintas ormas Islam.
"Hilal sampai detik ini tidak terlihat karena posisinya berada di bawah ufuk. Dengan demikian, bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari. Perkiraan kami, 1 Ramadan 1447 Hijriah akan jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026 Masehi," ujarnya saat diwawancarai.
Meskipun data lokal sudah dikantongi, Syafitri mengingatkan seluruh umat Muslim di Sumatera Selatan bahwa hasil ini masih bersifat laporan daerah.
Keputusan final yang bersifat mengikat secara nasional tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama RI di Jakarta.
"Hasil rukyat sore ini langsung kita sampaikan kepada Kementerian Agama RI di Jakarta sebagai bahan penetapan resmi. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu pengumuman resmi dari Menteri Agama terkait kepastian memulai ibadah puasa," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
