Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Herman dan Becak Dayungnya: Kisah Inspiratif di Tengah Laju Modernitas

Editor :  Fadli Tara
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Herman dengan Becak Dayungnya (Sumber: Elvirida Lady Angel Purba/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, Medan – Di usia 60 tahun, Herman masih setia menunggu penumpang di atas becak dayungnya di Jalan Gurilla, Medan. Dengan rambut yang memutih dan wajah keriput, Herman mengungkapkan bahwa mengayuh becak adalah bagian tak terpisahkan dari hidupnya. 

“Saat mengayuh, saya merasa hidup. Setiap kayuhan mengingatkan saya pada kenangan indah di masa lalu ketika banyak orang menggunakan becak,” ujarnya kepada Nusantaraterkini.co, Kamis (24/10/2024).

Baca Juga : Kisah Tangguh Nilawati Berjuang 16 Tahun jadi Tulang Punggung Keluarga karena Suami Terbaring Sakit, Cari Nafkah di Warung Nasi

Herman menyesalkan perubahan zaman yang membuat becak dayung semakin ditinggalkan. 

Baca Juga : Potret Haru Guru Honorer dari Memulung hingga Bertahan dengan Gaji Minim

“Dulu, jalanan ramai dengan penumpang. Sekarang, penumpang semakin sedikit. Namun, saya bersyukur setiap kali ada orang yang mau naik becak saya. Itu sudah cukup membuat saya bahagia,” tambahnya.

Penghasilan Herman kini semakin menurun, dengan rata-rata pendapatan sehari hanya sekitar dua puluh ribu.

Baca Juga : Rumah Hanyut Disapu Banjir, Mak Sari Tetap Semangat Mengais Harapan di Balik Meja Takjil Tenda Pengungsian

 “Kadang lebih, tergantung situasi. Tantangan terbesar adalah kesepian di tengah keramaian,” katanya, mencerminkan keletihan yang tak terhindarkan.

Baca Juga : Kisah Pak Nanang: Mengais Rezeki di Balik Riuh Perayaan Imlek Glodok

Meskipun menghadapi berbagai kesulitan, Herman tidak kehilangan harapan. Ia berharap pemerintah dan masyarakat memberikan perhatian lebih pada transportasi tradisional seperti becak. 

“Becak bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga bagian dari budaya kita. Saya ingin anak cucu saya mengenal dan menghargai tradisi ini,” ungkapnya.

Baca Juga : Viral MBG Tercemar Ada Cacing dan Ulat, SMKN 1 Sei Rempah Desak Evaluasi SPPG

Herman juga memiliki pesan untuk generasi muda

 “Cintailah pekerjaan Anda, apapun itu. Setiap profesi memiliki nilai dan makna. Dari mengayuh becak, saya belajar tentang ketahanan, sabar, dan menghargai setiap momen” tutupnya

Baca Juga : Ditinggal Beli Takjil, Sepeda Motor Penjaga Toko Lenyap Digasak Maling

(Cw9/Nusantaraterkini.co)