Hamas: Pemberlakuan Gencatan Senjata di Gaza Masih Menunggu Persetujuan Israel
Pertukaran tahanan tidak akan terjadi sampai penghentian konflik menyeluruh diumumkan.
Nusantaraterkini.co, GAZA - Seorang pejabat senior Hamas, Osama Hamdan mengumumkan kesepakatan gencatan senjata di Gaza akan segera berlaku setelah pemerintah Israel menyetujuinya, Kamis (9/10/2025).
Kesepakatan tersebut merupakan penghentian final dari konflik di Gaza, kata Hamdan kepada Alaraby Television Network Qatar dalam sebuah wawancara, seraya menekankan bahwa pertukaran tahanan tidak akan terjadi sampai penghentian konflik menyeluruh diumumkan.
"Gencatan senjata seharusnya berlaku pukul 12.00 waktu setempat (16.00 WIB), tetapi kesepakatan tersebut masih membutuhkan persetujuan pemerintah Israel. Oleh karena itu, masyarakat internasional harus memantau perilaku Israel guna memastikan kepatuhan mereka terhadap kesepakatan ini dan mencegah upaya-upaya untuk membatalkannya," ujarnya.
Dia mengatakan fase pertama dari kesepakatan tersebut akan mencakup penarikan pasukan Israel dari "Gaza City, wilayah utara Gaza, Rafah, dan Khan Younis, serta pembukaan lima perlintasan untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan."
Baca Juga : Seruan Trump Minta Hentikan Serangan Tak Diindahkan, Israel Malah Kembali Bombardir Gaza
"Operasi drone di wilayah udara Jalur Gaza akan dihentikan selama proses pembebasan tahanan," yang akan melibatkan "250 tahanan Palestina yang menjalani hukuman seumur hidup dan 1.700 tahanan lainnya," ujarnya.
"Badan-badan internasional, bukan Gaza Humanitarian Foundation, akan mengawasi penyaluran bantuan," imbuhnya.
Hamdan menekankan pemerintahan di Gaza merupakan "urusan nasional" dan "tidak ada campur tangan eksternal yang diizinkan."
Delegasi Israel dan Hamas telah mengadakan negosiasi yang dimediasi oleh mediator Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat di resor Laut Merah Mesir, Sharm el-Sheikh, sejak Senin (6/10/2025).
Setelah beberapa hari negosiasi, kedua belah pihak menyetujui "tahap pertama" dari rencana perdamaian yang didukung Trump, yang mencakup gencatan senjata dan pembebasan sejumlah sandera dan tahanan, menandai terobosan besar dalam konflik yang telah berlangsung selama dua tahun tersebut.
Baca Juga : WHO Sebut Hampir 42.000 Orang di Gaza Alami Cedera yang Mengubah Hidup
Sejak perang meletus pada 7 Oktober 2023, serangan Israel telah memorak-porandakan Jalur Gaza, menyebabkan kelaparan dan pengungsian yang meluas, serta menewaskan sedikitnya 67.194 orang dan melukai 169.890 warga lainnya, demikian ungkap otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Kamis (9/10/2025).
(zie/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANPemko Medan Kembangkan Layanan Publik Berbasis WhatsApp-AI
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
SEPAKBOLALiga 2: Sumsel United Raih Poin Penuh di Kandang Persiraja Banda Aceh 2-1
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut dan DPR RI Komitmen Tingkatkan Pelayanan Haji 2027
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
KESEHATANMuara Enim Jadi Lokasi Uji Coba Reformasi JKN Kemenkes
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
NASIONALWamenaker: Pelindungan Peserta Pemagangan Luar Negeri Jadi Prioritas
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
PAPUA TERKINIMRP Minta Dukungan DPD Percepat Pembentukan Provinsi Papua Utara
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
-
EKONOMIEkspor Naik, Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$731 Juta
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SUMUTDinsos Sumut Salurkan Bantuan Pascabencana ke 13.702 Keluarga
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKejagung Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan Motor MBG Rp1,2 Triliun
Fadli Tara·8 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan