Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Hamas: Pemberlakuan Gencatan Senjata di Gaza Masih Menunggu Persetujuan Israel

Pertukaran tahanan tidak akan terjadi sampai penghentian konflik menyeluruh diumumkan.

Foto dari udara yang diabadikan pada 5 November 2022 ini memperlihatkan pemandangan Sharm El-Sheikh di Mesir. (Foto: Xinhua/Sui Xiankai)
Foto dari udara yang diabadikan pada 5 November 2022 ini memperlihatkan pemandangan Sharm El-Sheikh di Mesir. (Foto: Xinhua/Sui Xiankai)
A A

, - Seorang pejabat senior , Osama Hamdan mengumumkan kesepakatan di Gaza akan segera berlaku setelah pemerintah menyetujuinya, Kamis (9/10/2025).

Kesepakatan tersebut merupakan penghentian final dari konflik di , kata Hamdan kepada Alaraby Television Network Qatar dalam sebuah wawancara, seraya menekankan bahwa pertukaran tahanan tidak akan terjadi sampai penghentian konflik menyeluruh diumumkan.

" seharusnya berlaku pukul 12.00 waktu setempat (16.00 WIB), tetapi kesepakatan tersebut masih membutuhkan persetujuan pemerintah . Oleh karena itu, masyarakat internasional harus memantau perilaku Israel guna memastikan kepatuhan mereka terhadap kesepakatan ini dan mencegah upaya-upaya untuk membatalkannya," ujarnya.

Dia mengatakan fase pertama dari kesepakatan tersebut akan mencakup penarikan pasukan Israel dari "Gaza City, wilayah utara Gaza, Rafah, dan Khan Younis, serta pembukaan lima perlintasan untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan."

Baca Juga : Seruan Trump Minta Hentikan Serangan Tak Diindahkan, Israel Malah Kembali Bombardir Gaza

"Operasi drone di wilayah udara Jalur Gaza akan dihentikan selama proses pembebasan tahanan," yang akan melibatkan "250 tahanan Palestina yang menjalani hukuman seumur hidup dan 1.700 tahanan lainnya," ujarnya.

"Badan-badan internasional, bukan Gaza Humanitarian Foundation, akan mengawasi penyaluran bantuan," imbuhnya.

Hamdan menekankan pemerintahan di Gaza merupakan "urusan nasional" dan "tidak ada campur tangan eksternal yang diizinkan."

Delegasi Israel dan telah mengadakan negosiasi yang dimediasi oleh mediator Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat di resor Laut Merah Mesir, Sharm el-Sheikh, sejak Senin (6/10/2025).

Setelah beberapa hari negosiasi, kedua belah pihak menyetujui "tahap pertama" dari rencana perdamaian yang didukung Trump, yang mencakup gencatan senjata dan pembebasan sejumlah sandera dan tahanan, menandai terobosan besar dalam konflik yang telah berlangsung selama dua tahun tersebut.

Baca Juga : WHO Sebut Hampir 42.000 Orang di Gaza Alami Cedera yang Mengubah Hidup

Sejak perang meletus pada 7 Oktober 2023, serangan Israel telah memorak-porandakan Jalur Gaza, menyebabkan kelaparan dan pengungsian yang meluas, serta menewaskan sedikitnya 67.194 orang dan melukai 169.890 warga lainnya, demikian ungkap otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Kamis (9/10/2025).

(zie/)

Sumber: Xinhua 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru