Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Gus Hilmy Dukung Penghapusan Sistem Otomatis Naik Kelas Mulai 2027

Gus Hilmy mendukung penghapusan sistem otomatis naik kelas mulai 2027/2028 demi meningkatkan mutu pendidikan, kompetensi siswa, dan kualitas guru.

Anggota DPD RI asal DIY, Hilmy Muhammad atau Gus Hilmy, mendukung rencana penghapusan sistem otomatis naik kelas mulai Tahun Ajaran 2027/2028 untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memastikan kompetensi siswa tercapai. Senin (19/10/2026) (Foto: dok/dpd)
Anggota DPD RI asal DIY, Hilmy Muhammad atau Gus Hilmy, mendukung rencana penghapusan sistem otomatis naik kelas mulai Tahun Ajaran 2027/2028 untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memastikan kompetensi siswa tercapai. Senin (19/10/2026) (Foto: dok/dpd)
A A

Nusantaraterkini.co,ย JAKARTA โ€“ Anggota DPD RI asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Hilmy Muhammad, mendukung rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah () menghapus sistem otomatis naik kelas mulai Tahun Ajaran 2027/2028.

Menurut senator yang akrab disapa Gus Hilmy tersebut, kebijakan ini menjadi langkah mendasar untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional dengan menitikberatkan pada pencapaian kompetensi, penguasaan materi, dan pembentukan karakter peserta didik.

โ€œSaya secara tegas mendukung rencana kebijakan Pak Abdul Mu'ti, Mendikdasmen. Kebijakan ini justru bagian dari upaya mendasar untuk menaikkan mutu pendidikan kita, meningkatkan kinerja serta akuntabilitas guru, dan memastikan kemampuan akademik anak didik benar-benar matang sebelum melangkah ke jenjang berikutnya,โ€ ujar Gus Hilmy, Senin (19/10/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta itu menilai, sistem otomatis naik kelas berpotensi membuat siswa melanjutkan ke tingkat berikutnya meskipun belum menguasai materi pembelajaran secara memadai.

Menurutnya, keputusan siswa tidak naik kelas seharusnya tidak dipandang sebagai hukuman, melainkan sebagai bentuk penilaian objektif terhadap kesiapan akademik dan kompetensi mereka.

โ€œAnak harus dinyatakan tidak naik bukan sebagai bentuk hukuman, melainkan karena memang secara akademik dan kompetensi belum memenuhi kriteria untuk melanjutkan ke kelas atau jenjang berikutnya,โ€ tegasnya.

Gus Hilmy menambahkan, penerapan kebijakan tersebut harus disertai mekanisme penilaian yang adil, objektif, dan transparan. Pemerintah pusat dan dinas pendidikan daerah juga perlu memastikan setiap sekolah memiliki instrumen asesmen diagnostik yang akurat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya program remedial, bimbingan intensif, dan pendampingan psikologis bagi siswa yang belum mencapai target pembelajaran. Dengan demikian, siswa tidak merasa mendapat stigma, tetapi memperoleh kesempatan untuk memperbaiki kemampuan hingga benar-benar siap melanjutkan pendidikan.

Ia juga menanggapi berbagai catatan dari Komisi X DPR RI dan asosiasi guru terkait kesiapan pelaksanaan kebijakan tersebut. Menurutnya, berbagai masukan itu perlu menjadi bahan evaluasi agar perubahan sistem tidak justru menambah beban bagi peserta didik.

Di tengah persaingan global, Gus Hilmy menilai pendidikan nasional perlu membangun budaya belajar yang jujur dan kompetitif secara sehat. Ia menyebut sistem otomatis naik kelas sebagai bagian dari budaya instan yang lebih mengutamakan formalitas administratif daripada proses pencapaian kompetensi.

โ€œDengan dikembalikannya otoritas penilaian yang objektif kepada satuan pendidikan dan guru, martabat profesi guru akan semakin kuat karena guru memiliki legitimasi penuh dalam mengukur ketercapaian kompetensi muridnya,โ€ katanya.

Anggota Komite II DPD RI itu menegaskan, tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak mendukung kebijakan tersebut dengan pengawasan yang konstruktif agar peningkatan mutu pendidikan tidak hanya terlihat secara administratif, tetapi juga tercermin dalam kemampuan nyata peserta didik.ย 

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait