Gudang Solar Ilegal Diduga Dibekingi Oknum Aparat, Rajudin Sagala: Ini Ujian Nyali Penegak Hukum!
Rajudin Sagala desak APH dan Pemko Medan tindak tegas gudang solar ilegal yang diduga dibekingi oknum aparat
Nusantaraterkini.co, MEDAN – Wakil Ketua I DPRD Kota Medan, Rajudin Sagala menyoroti dugaan adanya gudang penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis biosolar ilegal di Kota Medan yang santer disebut-sebut dibekingi oleh oknum aparat, Senin (20/7/2026).
Karena itu, dia mendesak aparat penegak hukum (APH) dan Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera turun tangan menindak tegas praktik nakal yang disinyalir kuat menjadi biang kerok kelangkaan BBM di masyarakat.
"Sangat kita sayangkan jika berita itu benar. Di sinilah diuji nyali aparat dan penegak hukum untuk mengklarifikasi dan menindak kebenaran berita tersebut," ujarnya.
Ia pun menduga kuat, penimbunan biosolar ilegal yang disalurkan ke pihak tertentu ini merupakan salah satu penyebab utama kelangkaan BBM yang kerap menyulitkan masyarakat.
Para oknum penimbun memborong BBM untuk kemudian dijual kembali dengan harga yang jauh lebih mahal demi meraup keuntungan berlipat ganda di tengah penderitaan warga.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti modus operandi licik yang digunakan pihak pengelola gudang agar tetap bisa beroperasi meski sudah terdeteksi. Menurutnya, pengelola gudang mencoba "menjinakkan" warga setempat dengan cara memberikan uang, bantuan sosial, hingga ikut menyumbang hewan kurban.
Hal ini yang membuat warga sekitar memilih bungkam dan membiarkan aktivitas ilegal tersebut terus berjalan.
"Anehnya, yang terdeteksi pun masih bisa beroperasi dengan cara menjinakkan warga. Mereka ikut bersosialisasi, kasih uang, ikut berkurban, sehingga masyarakat diam. Ini tidak boleh kita biarkan, apalagi sempat terdengar informasi pernah digerebek, tapi karena ada uang, akhirnya lolos," tegasnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Ustaz Rajudin ini juga memberikan peringatan keras terkait dugaan keterlibatan oknum aparat sebagai pelindung atau beking. Ia mendesak agar kepolisian dan Pemko Medan tidak tebang pilih dalam memberikan sanksi.
"Jika memang ada aparat yang melindungi, aparat itu pun harus diberikan sanksi berat. Jangan karena ada aparat, mereka merasa leluasa. Di tengah sulitnya masyarakat mencari BBM, jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang justru mengambil manfaat dan memperkaya diri," tambahnya.
(Cw3/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSRoyalti Karya Jurnalistik Masih Dibahas, Menkum: Skema LMK Tunggu Pembahasan DPR
hendra·32 menit yang lalu -
KRIMINALSatresnarkoba Polres Binjai Tangkap Pria 47 Tahun, Sabu 1,30 Gram Disita
hendra·1 jam yang lalu -
SUMSELKapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana Resmi Siap Selaraskan Kebijakan Polri dan Tuntaskan Persoalan Karhutla
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALKualitas Udara Memburuk, Malaysia Perluas Penutupan Sekolah di Berbagai Wilayah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSPTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk Utara Santuni Anak Yatim dan Guru Ngaji
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
PERISTIWAKontak Tembak di Maybrat: Tiga Anggota OPM Tewas, Salah Satunya Diduga Danops Kodap IV Sorong Raya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SEPAKBOLAMees Hilgers Pasang Target Comeback ke Timnas Indonesia Bulan November
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
INTERNASIONALGREAT Institute: Integrasi Papua ke Indonesia Sudah Sah di Mata Hukum Internasional
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Naik Rp20.000 Menjadi Rp2.592.000 per Gram Hari Ini
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
KRIMINALOknum Polisi di Simalungun Dilaporkan Terkait Dugaan Penipuan Pinjaman Dana Rp10 Juta
Rozie Winata·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan