Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Gelar Rakor, BBPPMPV Siapkan SMK Lahirkan Tenaga Kerja yang Miliki Keterampilan

Editor :  hendra
Reporter :  MRA
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kepala Balai BBPPMPV Dinas Pendidikan XI Propinsi Sumatera Utara, Drs. Rasoky Lubis M. Pd ketika membuka acara rakor dengan dunia usaha dunia industri di SMK Negeri 1 Panyabungan.

nusantaraterkini.co, MADINA - Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV) Bidang Bangunan dan Listrik (BBL) Dinas Pendidikan Wilayah XI Provinsi Sumatera Utara, menggelar koordinasi kemitraan dengan 26 SMK, 29 Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) SE Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kota Padang Sidempuan

Koordinasi kemitraan ini digelar di Aula SMK Negeri 1 Panyabungan, Aek Galoga pada Senin (9/12/2024).

Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Balai BBPPMPV Dinas Pendidikan XI Sumut, Drs. Rasoky Lubis M. Pd. 

Baca Juga : Pelindo Multi Terminal Edukasi Transportasi Ramah Lingkungan ke Siswa SD

Dalam kata sambutannya kepada seluruh peserta koordinasi ini, Rasoky menjelaskan bahwa SMK diharapkan menjadi salah satu sekolah yang menjadi pilihan utama bagi generasi-generasi penerus. Bukan lagi menjadi sekolah pilihan terakhir.

"Kita para guru dan staff pengajar di SMK ini memiliki tantangan yang lebih besar dibandingkan oleh SMA. Karena kita harus bisa menjadikan SMK menjadi sekolah pilihan utama bagi anak-anak kita. Kota juga menyiapkan siswa-siswi kita yang siap bersaing di dunia usaha dan dunia industri," jelas Rasoky. 

Dia pun mengatakan, koordinasi ini sangat diperlukan karena, pihak SMK harus bisa selalu mengikuti perkembangan dunia usaha dan dunia industri. Sehingga siswa-siswi tamatan SMK benar-benar bisa bersaing. 

Baca Juga : Bank Sumut Dorong Ketahanan Finansial Generasi Z Melalui Seminar Nasional

"Koordinasi ini harus selalu kita lakukan agar kita para pengajar bisa mengetahui seberapa jauh dunia usaha, dunia industri ini berkembang. Agar siswa-siswi kita tidak tertinggal dan akhirnya tidak bisa langsung diterima di dunia kerja," jelasnya. 

Hal ini pun sama dengan harapan Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Panyabungan, Mahyudin. Menurutnya, para tamatan SMK harus bisa menjadi tenaga-tenaga kerja yang memiliki skil dan kemampuan. Sehingga tanggung jawab para guru di SMK cukup berat. 

"Tanggung jawab para guru di SMK cukup berat. Kami tidak hanya mengajar, tapi kami juga harus bisa menjamin dan menjadikan siswa-siswi kami menjadi tenaga kerja yang memiliki skill," tuturnya. 

Baca Juga : Dihukum Disiplin dan Dicopot dari Jabatan Ketua Prodi Tanpa Prosedur, Dosen IAIN Langsa Gugat Rektor dan Dekan ke PTUN

(Mra/nusantaraterkini.co)