Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Gelar Aksi Solidaritas, Insan Pers Desak Kapolda Evaluasi Total dan Tangkap Pelaku Kekerasan Jurnalis

Gelar Aksi Solidaritas, Insan Pers Desak Kapolda Evaluasi Total dan Tangkap Pelaku Kekerasan Jurnalis

A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Pimpinan media dan organisasi mendatangi Mapolda guna mendesak kepolisian segera mengusut tuntas aksi premanisme dan penganiayaan yang menimpa dua jurnalis, Kamis (15/10/2026).

“Kami minta kasus ini diungkap sejelas-jelasnya. Tidak ada tutup menutup 3x24 jam Dirintel wajib bertanggung jawab, jika tidak saya yang sendiri akan menemui dirintel,” ujar Pemimpin Redaksi PalTV, Firman Hidayat kepada .

Firman Hidayat memberikan ultimatum pribadi kepada Polda agar memproses tegas para pelaku serta tidak takut menghadapi organisasi masyarakat (ormas) mana pun.

“Lama saya liputan di Polda Sumsel dan baru kali ini ada wartawan dianiaya. Dan baru kali kami, saya bertemu dengan dirintel sulit minta ampun,” katanya.

Ia keberatan atas kekerasan yang menimpa anggotanya dan meminta memberi perhatian serius pada jaminan keselamatan kerja insan .

“Saya minta kepada kapolda anggota saya dianiaya. Jika anggota bapak dianiaya, positif (dar der dor) ditembak. Kalau bapak tidak berani serahkan senpi bapak saya yang akan tangkap,” tegasnha.

Firman menekankan jika aparat penegak hukum harus bertindak tanpa kompromi dalam menegakkan hukum di lapangan.

“Polisi tidak boleh takut sama ormas, kalau takut bubarkan Polda Sumsel. Periksa saja dirintel kalau berani,” ucapnya.

Senada, Pemimpin Redaksi Tribun Sumsel-Sriwijaya Post, Prawira Maulana, menegaskan bahwa kehadiran massa aksi merupakan bentuk tekanan atas kondisi kebebasan pers yang terancam.

“Harapannya, pertemuan hari ini adalah bentuk pressure dari kami bahwa jurnalisme hari ini sedang tidak baik-baik saja, entah itu oknum, terduga, maupun pihak resmi yang melakukan tindak kekerasan terhadap insan pers,” tuturnya.

Prawira mengapresiasi penanganan kasus oleh kepolisian, tetapi meminta proses penyidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan semata.

Pihaknya mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat hingga menangkap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.

“Pak Kapolda, kami melihat tadi Bapak sudah merilis ada dua tersangka yang ditangkap. Kami juga melihat banyak pihak yang terlibat dalam pemukulan tersebut. Selain meminta mereka ditangkap, kami juga mendesak aktor intelektualnya,” lanjutnya.

Selain itu, Prawira mempertanyakan kinerja fungsi intelijen dalam melakukan deteksi dini dan pengamanan untuk mengantisipasi potensi bentrokan di gerbang Mapolda.

Ia meminta evaluasi dilakukan secara terbuka dan mendesak pencopotan pejabat terkait apabila terbukti berkinerja tidak profesional.

Menanggapi tuntutan aksi tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh atas insiden penganiayaan tersebut.

“Terkait pencopotan Dirintel dan semua kejadian bentrok, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh. Kejadian ini tidak boleh terulang lagi. Kita akan lawan premanisme,” kata Irjen Pol Rony Samtana.

Rony menyampaikan jika para korban telah dirawat di RS Bhayangkara serta membeberkan progres penangkapan para terduga pelaku.

“Berdasarkan instruksi Kapolri dan apa yang kami lakukan, semua korban diberikan perawatan terbaik di RS Bhayangkara. Satu orang pelaku sudah diamankan. Terbaru, dua orang sudah menyerahkan diri,” pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait