Firli Bahuri Raih Gelar Doktor Hukum dengan IPK 4,0 dan Predikat Summa Cum Laude
Mantan Ketua KPK Firli Bahuri resmi meraih gelar Doktor Hukum dari Universitas Pancasila dengan predikat Summa Cum Laude
Nusantaraterkini.co, JAKARTA -ย Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Pol (Purn) Firli Bahuri mendapatkan gelar Doktor bidang Hukum dari Universitas Pancasila usai berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul โPenyelesaian Konflik Horizontal Berbasis Integrasi Hukum, Budaya, dan Kesejahteraan Sosial di Nusa Tenggara Baratโ.ย
Sidang Terbuka Promosi Doktor Firli Bahuri diselenggarakan di Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Sabtu (3/10/2026).
Rektor Universitas Pancasila, Prof. Adnan Hamid, yang memimpin jalannya sidang menyatakan, Firli lulus dengan predikat Summa Cumlaude dan nilai IPK sempurna, yakni 4,0.ย
Summa Cum Laude adalah gelar kehormatan akademis tertinggi yang diberikan kepada lulusan perguruan tinggi yang meraih prestasi akademik luar biasa. Istilah ini berasal dari bahasa Latin yang berarti โdengan pujian tertinggiโ atau with highest praise.
Sementara Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 adalah nilai prestasi akademik tertinggi dan sempurna yang dapat dicapai oleh seorang mahasiswa di perguruan tinggi yang menggunakan sistem skala penilaian 0,00 hingga 4,00.
โDi Universitas Pancasila, kami tidak hanya memberikan penilaian berdasarkan prestasi akademik namun juga kearifan yang dimiliki peserta didik,โ ujar Prof. Adnan Hamid.ย
Selain menyelesaikan dan mempertahankan skripsi, Firli juga menerbitkan hasil penelitiannya dalam jurnal terindeks nasional SINTA dan terindeks internasional SCOPUS Q1 Springer Nature.
Hasil penelitian Firli juga telah dibukukan dengan judul โModel Resolusi Konflik Horizontal: Integrasi Hukum, Budaya, dan Kesejahteraan Sosialโ yang diterbitkan Booknesia Publishing House.
Dalam studi doktoral di Universitas Pancasila Firli didampingi Prof. Agus Surono sebagai Promotor, serta Prof. Adnan Hamid dan Prof. Irwansyah sebagai Co-Promotor.
Dalam penelitiannya, Firli menemukan bukti empiris bahwa struktur konflik jauh lebih rumit dari yang tampak di permukaan dan berakar pada ketimpangan sosial-ekonomi.
Melalui kacamata socio-legal approach yang menggabungkan pendekatan yuridis normatif dan empiris, Firli membedah konflik horizontal di NTB yang menurutnya merupakan manifestasi dari akumulasi ketimpangan distributif, kerapuhan integrasi budaya, serta penegakan hukum formal yang sering kali bersifat reaktif, sektoral, dan parsial.
Dalam penyelesaian konflik dia menawarkan pentingnya Model Tri-Sinergis yang mengintegrasikan tiga pilar utama yakni hukum, budaya, dan kesejahteraan sosial.
Ketiga dimensi ini tidak boleh berjalan sendiri-sendiri secara parsial, melainkan harus diikat dalam satu kesatuan kerangka kerja yang saling menguatkan. Dimensi hukum memberikan kepastian, ketertiban, dan efek jera agar tidak terjadi tindakan main hakim sendiri.
Firli juga mengingatkan bahwa hukum nasional yang ditetapkan secara top-down kerap kehilangan legitimasi jika tidak menyatu dengan living law atau hukum yang hidup dan dihormati di tengah-tengah masyarakat setempat.
Di NTB, keberadaan kearifan lokal seperti tradisi Begawe pada masyarakat Sasak, filosofi Maja Labo Dahu di Bima, serta kearifan Gumi Paer merupakan modal sosial yang sangat dahsyat.
Firli secara tajam menguraikan bagaimana mekanisme adat dan nilai-nilai religius mampu menjadi sarana mediasi yang jauh lebih efektif dan mendapat legitimasi moral tinggi dibanding proses peradilan formal.
Firli tidak berhenti pada romantisme budaya. Dia sangat menekankan pilar ketiga, yaitu kesejahteraan sosial. Tanpa adanya keadilan distributif, pemerataan ekonomi, dan jaminan kesejahteraan, kearifan lokal sekalipun akan tergerus oleh rasa frustrasi sosial akibat kemiskinan dan ketimpangan yang tajam.
Serius, Segar dan Mengharukan
Sidang Promosi Doktor Firli dihadiri istrinya Ardina Safitri, dan dua anak mereka Rizqa Agustin Ananda Putri dan Rizqi Arfiananda Dhira Putra. Teman-teman satu angkatan AKABRI 1980 dan rekan-rekannya saat masih bertugas sebagai bintara Polisi juga hadir.ย
Sejumlah seniornya yang hadir antara lain mantan Kapolri (2000) Jenderal Pol. Purn. Rusdihardjo dan mantan Kepala Badan Narkotika (2002-2004) Komjen Pol. Purn Togar M. Sianipar.ย
Sidang berlangsung serius dan segar. Firli menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang disampaikan para penguji yang terdiri dari Prof. Ari Purbayanto, Prof. Kurnia Toha, Prof. Hamzah, Prof. Agung Iriantoro, dan Prof. Zaitun Abdullah dengan tegas dan jelas. Namun, di di sela-sela jawaban yang disampaikannya, tidak jarang terselip pernyataan-pernyataan bernada humoris, menghibur, dan menyegarkan, yang disambut dengan tawa dan tepuk tangan peserta sidang.ย
Di akhir persidangan, Prof. Agus Surono yang juga Ketua Program Studi Hukum Universitas Pancasila membacakan sebuah puisi yang ditulisnya sendiri. Puisi yang sangat menyentuh ini berisi perhatian dan kepeduliaannya pada perjalanan Firli Bahuri yang tidak mudah, menempuh pendidikan doktoral di fitnah dan tekanan politik begitu berat yang dihadapinya.ย
Puisi ini menggugah perasaan. Tidak sedikit peserta sidang yang menitikkan air mata mendengarkan puisi itu. Firli pun tampak berusaha keras menahan airmatanya.
Ketika memberikan sambutan terakhir sebelum Sidang Promosi Doktor berakhir, Firli mangatakan selama 2 tahun 10 bulan dia berdamai dengan diri sendiri menghadapi berbagai tekanan dan tantangan.ย
โSaya menggunaan tiga hak yang melekat pada diri saya, yakni hak berpikir, hak membaca, dan hak menulis, untuk menyelesaikan studi ini,โ ujar Firli.
(Akb/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
PENDIDIKANFirli Bahuri Raih Gelar Doktor Hukum dengan IPK 4,0 dan Predikat Summa Cum Laude
Rozie Winata·47 menit yang lalu -
SUMSELBrigjen Rony Samtana Resmi Jadi Kapolda Sumsel, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSCamat Padangsidimpuan Utara Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran, Donatur dan Relawan Turut Bergerak
hendra·1 jam yang lalu -
NASIONALDPD RI Dorong RUU Daerah Kepulauan untuk Konektivitas dan Hak Masyarakat Adat
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALRevisi UU LLAJ Dinilai Mendesak, ODOL hingga Transportasi Online Jadi Sorotan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSBrigjen Tubagus Ami Prindani Jadi Kadensus 88, Ini Rekam Jejak Kariernya
hendra·2 jam yang lalu -
-
NEWS VIDEOKeracunan MBG di Muba, Gubernur Sumsel Minta Perketat Higienitas dan Jamin Pengobatan Gratis Siswa
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
NEWSSoroti Jalan Rusak, LMND SUMUT dan EK-LMND SE-SUMUT Akan Geruduk Pemko Binjai: Desak Perbaikan Secepatnya
hendra·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan