Nusantaraterkini.co - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengumumkan perkembangan divestasi saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI di PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI.
Erick mengaku, saat ini terdapat dua opsi yakni mencari mitra strategis atau menghubungkannya dengan tabungan emas.
"Belum ini, ada dua opsinya, satu kita cari strategic partner. Kedua, kita me-link dengan tabungan emas," kata Erick Thohir di Jakarta Pusat, dilansir dari Detikcom, Senin, (26/2/2024).
Baca Juga : Resmi Latih Timnas Indonesia, John Herdman Targetkan Lolos Piala Dunia 2030
Erick mengatakan, belum ada opsi melepas saham kepemilikan BRI dan BNI pada BSI ke publik. Ia mengatakan, BSI kini tengah memastikan miliki mitra strategis yang memungkinkannya menjadi salah satu dari 10 bank syariah terbesar di dunia.
"Belum, kita mau mastiin BSI ini kan punya strategis partner supaya yang sekarang nomor 11 terbesar di dunia bisa menjadi top 10. Tapi kemarin ada penawaran, program tabungan emas itu bagus, dan itu kan nggak semua bank boleh. Kenapa juga nggak BSI juga bisa bersinergi dengan Pegadaian, seperti apa, kita belum bahas. Jadi masih opsi," terangnya.
Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkap kabar terbaru mengenai divestasi saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang dikempit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Arya mengonfirmasi, pihaknya membuka opsi untuk melepas saham itu investor ke strategis ataupun ke publik.
Baca Juga : Besok, PSSI Resmi Perkenalkan John Herdman Sebagai Pelatih Baru Timnas Indonesia
(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Detikcom
