Nusantaraterkini.co, DELISERDANG — Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan pihaknya tak ingin pengelolaan sepak bola nasional terpusat di Pulau Jawa.
PSSI, kata Erick, sedang membangun sistem berlapis dari kelompok usia muda hingga senior, baik di sektor putra maupun putri, yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Ya, kita PSSI sedang membangun strata nasional. Kita putri saja ada U-16, U-20, senior. Begitu juga putra. Memang ada keinginan PSSI jangan sampai timnas ini Jakartasentris atau Jawasentris,” kata Erick usai menyaksikan laga Timnas U-17 melawan Tajikistan U-17 di ajang Piala Kemerdekaan 2025, Stadion Utama Sumatera Utara, Selasa (12/8/2025) malam.
Baca Juga : Garuda Muda Bermain Imbang Lawan Tajikistan U-17, Nova Arianto: Laga Uji Coba yang Baik
Erick menekankan, penyelenggaraan pertandingan Timnas di luar Jawa sangat memungkinkan, asalkan pemerintah daerah menunjukkan komitmen dan sanggup memenuhi standar fasilitas.
Erick mencontohkan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang dinilai punya itikad kuat mempersiapkan stadion dan infrastruktur pendukung.
“Makanya kita sekarang terus mendorong kepala daerah. Kebetulan Gubernur Sumut punya komitmen, saya bilang oke asal fasilitas sesuai, dan beliau benar-benar berusaha sebaik mungkin. Kita apresiasi,” ujarnya.
Meski sempat menyebut peluang pertandingan Timnas Senior di Sumut pada FIFA Matchday Maret 2026, Erick menilai yang lebih penting adalah kesiapan daerah menjadi tuan rumah.
Baca Juga : Tajikistan U-17 Dilumat Mali U-17, Begini Proses Gol Tercipta
Menurutnya, PSSI akan mempertimbangkan momentum lain seperti sebelum SEA Games akhir tahun ini, jika jadwal memungkinkan.
Pernyataan Erick mencerminkan arah baru PSSI yang ingin memutus ketergantungan pada kota-kota besar di Jawa sebagai pusat kegiatan sepak bola nasional.
“Kalau mau pemerataan, daerah juga harus siap. Ini bukan hanya soal stadion, tapi soal ekosistem sepak bola di daerah itu,” kata Erick.
(cw7/nusantaraterkini.co)
