Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ekspor Malaysia Menguat, Harga CPO Global Terus Naik Tembus Level Tertinggi

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Seorang warga memperlihatkan kualitas buah kelapa sawit. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Harga minyak sawit dunia kembali menguat dan mencetak level tertinggi dalam dua pekan terakhir, seiring lonjakan ekspor Malaysia yang memicu optimisme pasar global. Kenaikan ini menjadi yang keempat secara beruntun dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Berdasarkan perdagangan di Bursa Malaysia Derivatives, kontrak minyak sawit berjangka pengiriman Maret tercatat naik hingga 1,2 persen dan sempat diperdagangkan di kisaran MYR 4.086 per ton.

Data terbaru menunjukkan ekspor minyak sawit Malaysia—produsen terbesar kedua dunia—mengalami kenaikan 1,6 persen secara bulanan selama 25 hari pertama Desember. India tercatat sebagai pembeli utama dengan volume impor mencapai 279.550 ton, melonjak signifikan hingga 66 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.

Baca Juga : Pengawasan Aset Kripto Diambil Alih OJK dan BI dari Bappebti, Begini Tahapan Transisinya

Kepala Strategi Perdagangan dan Lindung Nilai Kaleesuwari Intercontinental, Gnanasekar Thiagarajan, menilai peningkatan ekspor tak lepas dari mulai menguatnya permintaan menjelang musim perayaan. Konsumsi minyak nabati biasanya meningkat pada akhir tahun hingga awal tahun berikutnya.

Selain itu, pasar juga berspekulasi bahwa kebutuhan menjelang Tahun Baru Imlek dan Ramadan pada Februari 2026 akan menjadi katalis lanjutan bagi penguatan harga minyak sawit global.

Meski demikian, potensi kenaikan harga diperkirakan dapat tertahan oleh penguatan nilai tukar ringgit Malaysia. Mata uang tersebut bergerak menuju level tertinggi dalam lebih dari empat setengah tahun setelah mencatat penguatan selama tiga hari berturut-turut, yang berpotensi mengurangi daya saing harga bagi pembeli internasional.

Baca Juga : IHSG Sepekan Terakhir Periode 16-20 Desember 2024 Tercatat Melorot 4,65% di Pasar Spot

(Dra/nusantaraterkini.co)