Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Ekonomi Belum Pulih Total, Pasar Tradisional Aceh Tamiang Sepi Pembeli

Sembilan bulan pasca banjir, pasar tradisional di Aceh Tamiang sepi pengunjung dan omzet pedagang anjlok

Bagikan:
Suasana Pasar Pagi, di kawasan Jalan Cut Nyak Dien, Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, Minggu (16/8/2026). (foto : Muhammad Alfi/nusantaraterkini.co)
Suasana Pasar Pagi, di kawasan Jalan Cut Nyak Dien, Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, Minggu (16/8/2026). (foto : Muhammad Alfi/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, - Sembilan bulan pasca bencana banjir bandang, sejumlah di Kabupaten Aceh Tamiang sepi pengunjung. Akibatnya, para pedagang yang ada pun terus mengalami kerugian.

Hal ini di ungkapkan Marini (43), salah seorang pedagang sayur mayur di Pasar Pagi, yang berada di kawasan Jalan Cut Nyak Dien, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten , Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, sebelum bencana terjadi, ia mampu menjual 80 persen dari stok barang yang ada setiap harinya, tetapi sejak bencana terjadi ia hanya mampu menjual sekitar 40 persen saja.

"Kalau sebelum bencana bisa sekitar 80 persen terjual setiap hari, tapi sekarang ini paling tinggi pun hanya 40 persen aja dari stok barang yang ada," ungkap Marini

Untuk meminimalisir kerugian akibat sepinya pembeli sayur di pasar, Marini pun saat ini terpaksa harus mengurangi stok barang dagangannya lebih dari setengah yang biasa ia peroleh dari suplaier.

"Sekarang ini di kurangi lah stok nya, kayak yang sebelumnya jual beras, sekarang uda gak jual lagi. Hari ini saja saya pikir bakal ramai karna hari libur kan, ternyata tetap juga sepi pembeli yang datang," katanya.

Sementara itu, sepinya pengunjung ini juga dikeluhkan oleh pedagan pakaian. Salah satunya dialami Ernida (44), yang sudah lebih dari 15 tahun berjualan di Pasar Pagi Aceh Tamiang.

Menurutnya, jumlah penurunan penjualan yang ia rasakan sejak bencana banjir terjadi sembilan bulan lalu ini hampir sekitar 80 persen dari biasanya.

"Kalau penurunan ini sekarang sekitar 70-80 persen lah. Karna untuk menjual 1 baju aja pun saat ini sangat sulit, hari ini aja belum ada buka dasar juga," ujar Ernida.

Penurunan jumlah pengunjung di sejumlah Aceh Tamiang ini sendiri, terjadi akibat masih lemahnya perekonomian masyarakat pasca bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Meskipun bencana telah berlalu sembilan bulan yang lalu, namun masih banyak masyarakat yang hingga saat ini belum pulih total secara perekonomian lantaran hilangnya mata pencarian.

Sejumlah pedagang yang ada ini pun, kini berharap pemerintah dapat segera memulihkan kembali kondisi yang ada seperti sebelum bencana. Sehingga, roda perekonomian masyarakat dapat semakin membaik.

(Alf/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait