Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dukung Infrastruktur Pascapenen, Pemkab Banyuasin Siapkan Tiga Opsi Lahan Hibah untuk Bulog

Editor :  hendra
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Bupati Banyuasin, Askolani (kiri) dan Direktur SDM dan Umum Bulog, Sudarsono Hardjoesoekarto saat diwawancarai usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Perum Bulog Sumsel Babel, Selasa (24/2/2026). (Foto: Tia/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANGPemerintah Kabupaten Banyuasin menyiapkan tiga pilihan lahan untuk dihibahkan kepada Perum Bulog di daerah Tanjung Lago sebagai lokasi pembangunan infrastruktur pascapenen guna mengamankan produksi padi yang mencapai 1,18 juta ton gabah kering giling (GKG).

Bupati Banyuasin, Askolani menyebut jika penyediaan lahan seluas 8,5 hektare, 4,5 hektare, dan 2,5 hektare tersebut merupakan langkah preventif untuk menyelamatkan hasil panen petani di daerah dengan peningkatan produksi tertinggi di Indonesia tersebut.

“Kita senang dan bangga produksi meningkat, tapi kita juga gelisah bagaimana menyelamatkan hasil itu,” ujar Askolani saat diwawancarai usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Perum Bulog Sumsel Babel, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga : Polda Sumsel Musnahkan 8 Kg Sabu, Bongkar Modus Narkoba 'Cartridge' dan Tangkap Dua WNA Malaysia

Ia berharap infrastruktur yang dibangun nantinya memiliki fasilitas lengkap mulai dari pengering hingga penggilingan.

“Kami siapkan lahan untuk paket lengkap, mencakup dryer (pengering), penggilingan, serta silo. Kami juga siapkan jika memang berpotensi untuk infrastruktur hilirisasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Bulog, Sudarsono Hardjoesoekarto mengatakan jika kapasitas fasilitas yang akan dibangun akan menyesuaikan dengan luas lahan serta aksesibilitas jalan yang disediakan oleh pemerintah daerah.

Baca Juga : Stok Beras Bulog Sumsel Babel Melimpah, DPR RI Desak Percepatan Distribusi Stok Lama

“Semakin baik infrastruktur pendukungnya, maka Bulog akan membangun kapasitas yang lebih besar demi menjamin keamanan produksi petani,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian administrasi hibah lahan dan persetujuan DPRD Banyuasin agar proyek tersebut dapat segera berjalan. Pihaknya menargetkan pembangunan fisik dapat dimulai pada tahun ini.

“Tanah yang luas dan akses jalan yang bagus akan memungkinkan kita membangun dengan kapasitas lebih tinggi. Paling tidak di 2026 ini kita bisa realisasikan pembangunan gudang dulu, untuk selanjutnya baru dilengkapi dengan dryer dan penggilingan,” pungkasnya. 

Baca Juga : Sidak Pasar Sukamoro, Pemkab Banyuasin Temukan Mie Basah dan Kerupuk Mengandung Formalin

(Tia/Nusantaraterkini.co).