Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

DPD: Evakuasi Warga Gaza Wujud Komitmen Kemanusiaan Indonesia

Sebaiknya diprioritaskan untuk mengevakuasi para wanita renta dan anak-anak saja, karena pria dewasa akan dibutuhkan dalam masa rekonstruksi Gaza

Ketua DPD Sultan B Najamudin. (Foto: dok DPD)
Ketua DPD Sultan B Najamudin. (Foto: dok DPD)
A A

, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah () Sultan B Najamudin menilai wacana presiden mengevakuasi 1000 ke Indonesia sebagai wujud kepedulian pada nilai-nilai kemanusiaan.

Menurut Dewan Pembina Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) itu, kondisi Gaza yang luluh lantah akibat perang telah menyebabkan warga Gaza mengalami gangguan kesehatan dan kehilangan tempat tinggal. Sehingga upaya warga Gaza ke Indonesia harus didukung oleh semua elemen bangsa.

"Kami sangat mengapresiasi dan mendukung keinginan presiden Prabowo untuk mengevakuasi para korban perang Gaza untuk sementara waktu. Wacana Presiden bisa menjadi trigger bagi para pemimpin negara Arab dan anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) lainnya untuk juga melakukan hal yang sama," ujarnya, Sabtu (12/4/2025).

Baca Juga: Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia, PP PERSIS: Situasi Dilematis!

Meski demikian, Sultan meminta agar pemerintah perlu selektif dalam proses ke tanah air. Sebaiknya diprioritaskan untuk mengevakuasi para wanita renta dan anak-anak saja, karena para pria dewasa akan dibutuhkan tenaganya dalam masa rekonstruksi Gaza.

"Saya kira yang paling penting dan diprioritaskan adalah nasib dan masa depan ribuan Anak-anak Gaza. Mereka perlu diperhatikan dan diberikan perlindungan sementara di luar Palestina untuk diberikan layanan pendidikan dan kesehatan secara baik hingga pada saatnya mereka kembali ke Gaza," terangnya.

Lebih lanjut Sultan juga mengusulkan agar sebaiknya negara-negara OKI berkolaborasi membangun pemukiman terintegrasi warga Gaza di wilayah Mesir. Sambil menunggu Mesir melaksanakan proses rekonstruksi Gaza.

Baca Juga: Hamas: Serangan Israel di Gaza Bahayakan Nyawa Para Sandera

"Pemukiman terintegrasi sementara perlu dibangun di kawasan timur tengah agar terjadi keberlangsungan kehidupan sosial budaya masyarakat Gaza. Pemukiman terintegrasi harus dilengkapi dengan fasilitas umum baik fasilitas kesehatan, pendidikan dan hiburan untuk warga Gaza," pungkasnya.

Seperti diketahui, pada Rabu (9/4/2025), Presiden Prabowo mengumumkan Indonesia siap menerima 1.000 warga Gaza "pada gelombang pertama."

"Kami siap mengevakuasi mereka yang luka-luka, mereka yang kena trauma, anak-anak yatim piatu, siapa pun yang oleh pemerintah Palestina dan pihak-pihak terkait di situ, mereka ingin dievakuasi ke Indonesia, kami siap akan kirim pesawat-pesawat untuk mengangkut mereka," katanya.

Prabowo membeberkan sejumlah syarat untuk evakuasi ini. Pertama, semua pihak terkait harus setuju. Kedua, mereka hanya ditampung sementara di Indonesia.

"Mereka di sini hanya sementara sampai mereka pulih sehat kembali, dan pada saat mereka pulih sehat kembali, kondisi di Gaza sudah memungkinkan, mereka harus kembali ke daerah mereka asal," ucapnya.

(cw1/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru